www.bisnistoday.co.id
Rabu , 21 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Mendikdasmen Perintahkan Belajar Mengajar Disesuaikan Kondisi Setempat
Humaniora

Dampak Erupsi Anak Gunung Krakatau, Mendikdasmen Perintahkan Belajar Mengajar Disesuaikan Kondisi Setempat

Mendikdasmen
MENDIKDASMEN, Abdul Mu'ti di Jakarta, kemarin./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kemendikdasmen memerintahkan kegiatan belajar mengajar untuk sekolah pada daerah terdampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah. Kemendidasmen menggarisbawahi bahwa kegiatan belajar mengajar dengan mengacu pada keamanan dan keselamatan murid dan pengajar.

 “Perlindungan keselamatan dan kesehatan bagi warga sekolah ini kami pastikan untuk dapat menjadi prioritas. Kedua, daerah yang berdampak dapat melakukan penyesuaian pembelajaran, dengan mengacu pada  indeks pencemaran udara di wilayah masing masing,” ungkap Mendikdasmen, Prof Abdul Mu’ti saat pertemuan daring dengan media, bersama Mendagri, Tito Karnavian serta Wamendiktisaintek, Prof H.Fauzan, Minggu (6/9).

Menurut Muti, wilayah terdampak berat erupsi Gunung Anak Krakatau seperti seperti di Serang, Lampung yakni daerah Tanggamus dan Lampung Selatan dalam dilakukan pembelajaran dilakukan di rumah atau sistem daring. “Dilain tempat, kegiatan belajar mengajar bisa saja dilakukan di tempat tertentu yang dirasa nyaman dan aman, atau sistem belajar jarak jauh.”

Sementara, lanjut Mendikdasmen, bagi daerah yang tak berdampak langsung, tetap mengantisipasi dengan penggunaan masker, menutup pintu dan jendela, serta menyesuaikan waktu jam belajar mengacu situasi dan kondisi yang tidak normal.

“Materi pembelajaran dilakukan untuk murid dengan bermuatan, keselamatan, tidak tegang dan terus memantau informasi dari pemerintah berwenang.”

Masyarakat Diminta Tidak Panik

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menuturkan, telah disampaikan beberapa dampak atas erupsi Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian 200 ribu feet, yang berdampak terhadap DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dengan sebaran 50 ribu feet kea rah barat daya, banten,Lampung, Bengkulu.

Berdasarkan laporan, bahwa masyarakat diutamakan tidak panik, dan terus menjaga keselamatan dan kesehatan, terutama sistem pernafasan, dengan menggunakan masrker. “Abu kecil-kecil tetapi tajam, dan lindungi mata dengan kacamat, sambil terus mengamati sistuasi.

Bagi proses belajar mengajar, diharapkan bisa dilakukan secara proporsional dengan mengikuti skala eskalasi. Belajar dalam kelas dapat dilakukan sambil mengikuti eskalasi di sekolah masing masing. “Terutama kegiatan yang berada di luar ruangan, ekstrakurikuler harus disesuaikan.”

Tito juga berpesan kepada masyarakat agar mendapatkan informasi yang valid mengenai sistem transportasi dan kebencanaan, melalui informasi resmi pemerintah seperti BMKG, BPPD dan lainnya. Ia minta kurangi aktifitas apabila tingkat sebaran abu vulkanik terus meningkat. “Terutama air dan makanan tidak boleh terkontaminasi dan terus pantau, dan gunakan sumber informasi resmi dalam perkembangan publik.”

Prof. Dr. H. Fauzan Wamendiktisaintek mengatakan, dalam menyikapi situasi erupsi anak Krakatau, akan terus melakukan koordinasi dengan lembaga BNPB, BBPD, dan pemerintah daerah terdampak. Demikian juga melalui LL Dikti untuk menghindari dampak korban warga kampu termasuk infrastruktur

“Kami menjaga civitas akademika dan segera mengambil langkah strategis dengan salah satunya mengurangi kegiatan di luar kampus. Kegiatan kampus dapat dilakukan secara hibbrid atau cara lainnya dalam menghindari dampak erupsi.”

Ia menghimbau pimpinan Perguruan Tinggi untuk mendirikan posko siaga dan masing masing melakukan koordinasi dengan pemda setempat.  Pimpinan Perguruan Tinggi juga diharapkan dapat membobilisasi bantuan, dengan adanya kejadian erupsi Gunung Anak Krakatau./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pelatihan Bencana
Humaniora

Kemendikdasmen Bekali Guru untuk Tanggap Bencana dari Mitigasi hingga Pemulihan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Dalam rangka memperingati Hari Internasional Pengurangan Risiko Bencana, Kementerian...

Acara Dialog Budaya Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Mawar Budaya di Universitas Pakuan, Bogor pada Sabtu (17/10/2026). Foto: Zahwah Alya Annisa.
Humaniora

Upaya Merawat Kebudayaan di tengah Perubahan Zaman

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Keberagaman tradisi, bahasa, adat istiadat, seni, hingga kearifan lokal...

Nungki
Humaniora

Rendahnya Kesejahteraan Guru Kesenian Berpotensi Menghambat Keberlanjutan Ekstrakurikuler Seni Tari di Sekolah Paket SKB

JAKARTA, Bisnistoday – Tingginya antusiasme peserta didik dalam ekstrakurikuler seni tari di...

Humaniora

Nutrifood Ledership Award 2026, Dorong Anak Muda Untuk Berkarya Dan Berprestasi 

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Nutrifood kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi pemimpin...