www.bisnistoday.co.id
Senin , 5 Oktober 2026
Home EKONOMI Dana dari APBN, APBD dan Anggaran BUMN, Jangan Dibelanjakan Barang Impor
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Dana dari APBN, APBD dan Anggaran BUMN, Jangan Dibelanjakan Barang Impor

RELAWAN JOKOWI : Presiden Jokowi saat memberikan pandangan saat rapat Kabinet di Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan, dana APBN, APBD, dan anggaran BUMN jangan dibelanjakan untuk produk-produk impor. Menurut Presiden, dana tersebut bersumber dari uang rakyat sehingga sangat keliru besar jika dibelanjakan untuk produk-produk impor.

“Seperti yang saya sampaikan di Bali beberapa waktu lalu, karena ini uang rakyat (APBN, APBD dan BUMN) ya jangan kita belikan barang-barang impor. Itu keliru besar kita kalau melakukan itu,” kata Jokowi dalam pengarahannya dan evaluasi Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Balai Sidang Jakarta (JCC) Jakarta, Selasa (24/5).

Presiden menyampaikan anggaran dalam APBN mencapai Rp2.714 triliun, sedangkan APBD Rp1.197,2 triliun. Jumlah anggaran semakin besar jika ditambah dengan anggaran BUMN.

Dengan anggaran sebesar itu, kata Presiden, penggunaannya harus optimal dan tepat sasaran untuk mencapai target-target pembangunan dan kesejahteraan.

“APBN kita, APBD kita, anggaran yang ada di BUMN betul-betul harus kita pegang erat, agar pemanfaatannya bisa betul-betul fokus ke titik yang kita tuju, karena uang gede sekali. APBN kita Rp2.714 triliun, APBD Rp1.197,2 triliun, gede sekali, plus BUMN,” kata Presiden Jokowi.

Presiden meminta seluruh jajaran kementerian/lembaga dan juga jajaran di pemerintah daerah memiliki pemikiran yang sejalan mengenai pentingnya optimalisasi belanja anggaran negara untuk produk lokal, bukan produk impor.

Ia menekankan saat ini kondisi ekonomi global masih terdampak ketidakpastian akibat perang di Ukraina. Ketidakpastian itu berdampak pada seluruh negara, termasuk Indonesia.

“Inilah yang semuanya kita harus memiliki perasaan yang sama, betapa sekarang ini keadaan yang tak mudah, keadaan yang tak gampang,” ujar Presiden Jokowi.

Saat ini, kata Presiden, terdapat dua isu besar yakni harga komoditas energi dan harga barang pangan. Indonesia terus berupaya agar mampu menahan harga komoditas energi seperti BBM, dan juga harga pangan agar tidak meningkat.

“Coba dilihat kenaikannya sangat tinggi sekali di negara selain kita, Singapura sekarang harga BBM sudah Rp32.400 per liter, Jerman Rp31.800 (per liter), Thailand Rp20 ribu per liter. Kita (Indonesia) Pertalite masih Rp7.650, Pertamax Rp12.500, yang lain sudah jauh sekali, kenapa harga kita masih seperti ini ya karena kita tahan terus,” ujar Presiden Jokowi.

Upaya pemerintah untuk menahan kenaikan harga energi dan pangan adalah dengan tetap memberikan subsidi melalui APBN.

“Tapi subsidi ini kan membesar, sampai kapan kita bisa menahan ini? ini pekerjaan kita bersama-sama, sehingga saya minta kementerian/lembaga, pemerintah daerah memiliki sense yang sama,” kata Jokowi./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Ekosistem Kendaraan Listrik Jabar Diperkuat Home Charging dan 501 SPKLU

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Ekosistem kendaraan listrik di Jawa Barat terus diperkuat melalui...

Tol Trans Sumatera
Ekonomi & Bisnis

Hutama Karya Paparkan Manfaat Ekonomi Tol Trans Sumatera Saat Kunjungan DPR

RIAU, Bisnistoday.co.id - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menerima kunjungan kerja...

Ekonomi & Bisnis

Prospek Bisnis Umrah dan Haji Makin Cerah, Travel Jannah Firdaus Selenggarakan Ribuan Jemaah Manasik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id-Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, saat ini Indonesia...

Ekonomi & Bisnis

Dua Hari Operasi Tanpa Tarif, Jalan Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Layani 24 Ribu Kendaraan

PROBOLINGGO, Bisnistoday.co.id - PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) mencatat sebanyak 24.914 kendaraan...