JAKARTA, Bisnistoday – HSBC Indonesia resmi mengumumkan perluasan solusi pembiayaan berkelanjutan melalui peluncuran Sustainability Improvement Loan (SIL).
Solusi pembiayaan ini dirancang bagi perusahaan skala menengah, dengan menghubungkan secara langsung biaya kredit terhadap kinerja keberlanjutan.
“Solusi pembiayaan terbaru ini akan memperluas akses terhadap pembiayaan berkelanjutan yang tersedia di HSBC Indonesia, membantu perusahaan Indonesia dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Steve Andoko, Banking Director, Corporate and Institutional Banking, HSBC Indonesia di Jakarta, Selasa (11/11)
Skema kredit HSBC SIL menghubungkan margin bunga pinjaman terhadap kinerja debitur dalam penilaian dan peringkat keberlanjutan dari EcoVadis, standar global untuk rantai pasok yang tangguh dan berkelanjutan dengan lebih dari 150.000 pemeringkatan ESG.
Struktur ini memberikan insentif dan dukungan bagi bisnis dari berbagai ukuran untuk mempercepat transisi menuju praktik yang lebih berkelanjutan.
“Debitur HSBC SIL yang berhasil meningkatkan skor ESG dari EcoVadis, dapat memperoleh manfaat berupa penurunan suku bunga. Sebaliknya, suku bunga dapat meningkat jika skor debitur menurun,” imbuh Steve.
Terjadi tren kenaikan dimana perusahaan multinasional mewajibkan mitra rantai pasok mereka untuk mematuhi standar Environmental, Social dan Governance (ESG) global. Tren ini berdampak terhadap berbagai sektor utama industri seperti manufaktur, agribisnis, dan energi.
Namun, mayoritas perusahaan menengah yang baru memulai proses keberlanjutan masih kesulitan untuk mengakses Sustainability-Linked Loans (SLL), terutama karena keterbatasan sumber daya untuk mengukur dan melaporkan kinerja ESG. Melalui penilaian skor ESG EcoVadis, perusahaan menengah dapat mengidentifikasi area kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
“Kami meluncurkan HSBC Sustainability Improvement Loan sebagai solusi pembiayaan inovatif yang dirancang untuk mengatasi kesenjangan dan memperluas akses terhadap pembiayaan berkelanjutan bagi usaha menengah,” ujar Steve
“Setiap bisnis menghadapi tantangan berbeda dalam hal keberlanjutan. Tujuan kami adalah mendukung bisnis agar dapat berkembang secara bertanggung jawab dan menavigasi kompleksitas transisi menuju ekonomi rendah karbon, sembari mengambil langkah awal yangberarti dalam mewujudkan ambisi keberlanjutan mereka,” tambah Steve.
Sementara itu, Richard Bourne, Senior Vice President, Asia Pacific Japan, EcoVadis mengatakan bahwa, Sustainability Improvement Loan merupakan contoh yang baik yang menghubungkan langsung skema pembiayaan dengan kinerja rantai pasok, memberikan insentif bagi peningkatan keberlanjutan secara menyeluruh.
“Platform penilaian kami menyediakan rekomendasi praktis bagi perusahaan berbagai ukuran, termasuk usaha kecil dan menengah, untuk mengambil langkah awal yang krusial dalam perjalanan ESG, sehingga berpotensi mengakses skema pembiayaan lebih baik dan mendorong ketahanan lebih baik di seluruh rantai pasok global,” imbuhnya./




