www.bisnistoday.co.id
Rabu , 21 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan Operasional Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang
HEADLINE NEWS

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan Operasional Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang

Kawasan udara
SEJUMLAH Pesawat Terbang tengah parkir di bandara./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara prihatin terhadap kejadian erupsi Gunung Anak Krakatau dan terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif bersama dengan operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, dan BMKG terhadap dampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan, khususnya di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).

“Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara dari pukul 01.30 WIB s.d. 09.30 WIB. Penutupan wilayah udara ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil paper test pada Minggu (6/9) pukul 00.35 WIB – 01.05 WIB yang menunjukkan hasil positif sebaran abu vulkanik,” ungkap Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara melalui ketarangannya di Jakarta, Minggu (6/9).

Selanjutnya, Lukman menjelaskan, hasil paper test terbaru dari Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno Hatta (Gedung 725 AMOS) pada pukul 06.05 WIB – 06.35 WIB juga menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta sehingga penutupan bandara diperpanjang hingga Minggu (6/9) pukul 09.30 WIB sesuai NOTAM Nomor A3344/26 NotamR A3341/26.

Berdasarkan pembaruan data hingga 6 September 2026 pukul 05.30 WIB, berikut rincian dampak operasional penerbangan: Saat ini, pihak bandara memastikan bahwa seluruh pesawat yang sedang Remain Over Night (RON) berada dalam kondisi aman. Terdapat total 170 pesawat yang disiagakan di area apron dengan rincian: Terminal 1: 66 pesawat, Terminal 2: 51 pesawat, Terminal 3: 49 pesawat serta Kargo: 4 pesawat

Lukman menambahkan, berdasarkan NOTAM penutupan wilayah udara periode 01.30 s.d. 09.30 WIB, tercatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak dengan rincian per terminal: Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang.

Sementara, rute penerbangan dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak meliputi: Domestik Utama: Makassar (UPG) dengan total 16 pergerakan pesawat. Internasional Utama: Singapura (SIN) dengan total 11 pergerakan pesawat.

Rincian penanganan status penerbangan internasional mencakup 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali untuk rute Singapura (SIN), Hong Kong (HKG), Sydney (SYD), Seoul/Incheon (ICN), Doha (DOH), Amsterdam (AMS), dan Kuala Lumpur (KUL). Sedangkan pada penerbangan domestik terdapat 4 pembatalan dan 1 penerbangan yang dialihkan untuk rute Lampung (TKG), Denpasar (DPS), dan Surabaya (SUB).

“Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur.”

Lukman menegaskan, bahwa Ditjen Perhubungan Udara memberikan perhatian khusus terhadap pemulihan jadwal penerbangan mengingat adanya potensi dampak berantai (cascading impact) terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, serta kapasitas terminal.

“Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.”

Ditjen Perhubungan Udara mengimbau kepada masyarakat atau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta agar memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya dan memohon agar memperhatikan situasi dengan tidak datang ke bandara terlebih dahulu./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Dewan Gubernur
HEADLINE NEWS

BI Rate Bertahan di 5,75%, Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah dan Daya Dorong Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Pasar Masih Volatile, Mirae Asset Sekuritas Soroti Fundamental dan Reformasi Pasar Modal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menekankan pentingnya strategi investasi...

Menperin
HEADLINE NEWS

Pertumbuhan Industri Galangan Mulai Memperlihatkan Geliat Perbaikan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kinerja pembangunan kapal baru nasional mulai memperlihatkan perkembangan yang...

Forex
HEADLINE NEWS

Forex Hulu Migas 2026 Kembali Digelar, Dorong Peningkatan Produksi Minyak dan Ketahanan Energi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Upaya meningkatkan produksi minyak nasional di tengah tingginya kebutuhan...