www.bisnistoday.co.id
Rabu , 7 Oktober 2026
Home OPINI Gagasan Importir Barang Bekas Legal dan Ilegal Melenggang, Rakyat Kecil Jadi Korban
GagasanOPINI

Importir Barang Bekas Legal dan Ilegal Melenggang, Rakyat Kecil Jadi Korban

Importir Barang Bekas Legal dan Ilegal Melenggang, Rakyat Kecil Jadi Korban
Social Media

MASALAH pelarangan impor barang bekas sebagaimana diatur dalam  Permendag tahun 2015 yang dilarang adalah pakaiaan bekas dan karung bekas. Dalam peraturan yang terbaru tahun 2022 semua barang bekas impor dilarang dengan pengecualian barang impor untuk barang bekas dari perpindahan seseorang.

Suroto

Maka dari itu, volume maupun nilai impor barang bekas dan terutama pakaian di kepabeanan menjadi sangat kecil jika dibandingkan dengan fakta lapangan atas barang barang bekas import yang diperdagangkan.

Kenapa angka impor barang bekas yang dikecualikan meningkat tajam tahun 2019 itu karena pengaruh perpindahan orang karena isu Pandemi Covid. Namun turun drastis pada tahun 2020 hingga 2022 karena mobilisasi orang sudah sedikit karena kebijakan larangan mobilisasi orang dari tiap tiap negara.

Ancaman produk dalam negeri terutama industri tekstil dan pruduk kita itu emang tidak hanya import barang bekas, tapi juga import legal dan terutama dari China yang sudah kuasai  80 persen pangsa pasar tekstil kita.

Jadi ditambah larangan impor barang bekas yang mendadak dan penuh drama yang dilakukan presiden itu yang diuntungkan adalah importir barang legal yang bisa jadi pemainnya juga importir barang ilegal.

Pemerintah dan para importir baik legal maupun ilegal itu mereka sangat paham jika penetrasi barang import ilegal benar benar dominan akan menjadi masalah isu hukum dan politik serius. Pemerintah tentu tidak mau disalahkan.

Kenapa dilakukan menjelang lebaran?. Ini agar mendapat perhatian publik secara luas. Selain para importir barang legal itu dapat menangguk untung lebih besar dalam jangka pendek. Selain agar penetrasi mereka tetap kuat karena industri dalam negeri kita dalam posisi belum siap tempur dan bahkan sudah sekarat karena miskin insentif kebijakan pemerintah.

Satu hal lagi, importir barang terutama tekstil ilegal itu belum ada satupun yang tertangkap. Hanya rakyat kecil pengecernya dan bahkan yang ditangkap itu kelasnya kuli panggul barang di pasar yang dikorbankan.

Berangkat dari analisa lapangan, importir barang legal maupun ilegal itu kenapa sulit ditangkap walaupun semua dengan mudah dapat dilacak,  sebab para importir ilegal itu bisa mudah beralih profesi sebagai importir legal.

Jadi, drama yang mendadak dilakukan pelarangan barang import ini sekali lagi yang dikorbankan adalah orang kecil. Bukan mafianya. Para mafianya tetap melenggang semua./ Oleh Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES)

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SIDANG MK
Gagasan

Bola Panas MK kepada MPR: Perlukah Gibran Mengundurkan Diri?

JAKARTA,Bisnistoday.co.id- Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran...

Latihan Mengemudi
Gagasan

Jangan Asal “Bisa Nyetir”, Saatnya Sekolah Mengemudi Jadi Syarat Wajib Pembuatan SIM

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Keselamatan di jalan raya sangat ditentukan oleh kesadaran, keterampilan, dan...

Presiden Prabowo
Gagasan

Kodam Baru dan Risiko Inflasi Jenderal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id-Pembentukan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru pada momentum HUT ke-81...

Presiden Prabowo
Gagasan

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

JAKARTA,Bisnistoday- Kalimat Presiden Prabowo Subianto, “saking pintarnya, saking pintarnya jadi goblok”, dalam...