www.bisnistoday.co.id
Senin , 12 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Industri Strategis dan Manufaktur Unggulan Indonesia Bersiap Meriahkan TEI 2026
HEADLINE NEWS

Industri Strategis dan Manufaktur Unggulan Indonesia Bersiap Meriahkan TEI 2026

Pembukaan TEI 2025
MENTERI Perdagangan, Budi Santoso saat di AIC BSD City, membuka TEI ke 40, Tengerang./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan Paviliun Industri Strategis sebagai salah satu daya tarik Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, pada 14-18 Oktober 2026 mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Paviliun ini akan menjadi etalase bagi produk unggulan industri strategis Indonesia, termasuk sektor manufaktur dan teknologi tinggi yang telah mendapat pengakuan internasional. Paviliun Industri Strategis akan berada di Hall 5 ICE BSD City.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyampaikan, Paviliun Industri Strategis menjadi sarana untuk memperkenalkan keunggulan industri nasional kepada buyer mancanegara. Ia menjelaskan, industri strategis Indonesia telah mendapat pengakuan internasional dan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memacu daya saing industri nasional.

“Paviliun Industri Strategis di TEI 2026 menunjukkan kemampuan industri manufaktur dan teknologi tinggi Indonesia yang telah bersaing di pasar global. Kami berharap kehadiran paviliun ini dapat membuka peluang kerja sama perdagangan sekaligus memperluas pasar ekspor produk industri strategis Indonesia,” ujar Puntodewi di Jakarta, Senin (12/10).

Paviliun Industri Strategis akan diikuti sejumlah perusahaan nasional, antara lain PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), PT Kemenangan, DTECH Engineering, dan Polytron. Perusahaan-perusahaan tersebut menghadirkan beragam produk dan kapabilitas, mulai dari kendaraan dan produk pertahanan; pesawat terbang dan komponen kedirgantaraan; layanan pemeliharaan mesin pesawat dan turbin industri; peralatan navigasi maritim hingga perangkat elektronik dan kendaraan listrik.

“Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan keberagaman kapabilitas industri strategis Indonesia, mulai dari pengembangan produk pertahanan hingga teknologi dan rekayasa industri,” ucap Puntodewi.

Selain Paviliun Industri Strategis, Kemendag akan menampilkan beragam produk unggulan Indonesia dalam sejumlah paviliun manufaktur berbeda yang terletak di hall 5—9. Produk-produk tersebut terbagi ke dalam tujuh kelompok komoditas, yaitu (1) elektronik, komponen, dan logam; (2) alas kaki dan kosmetik; (3) alat musik; (4) farmasi dan alat kesehatan; (5) tekstil; (6) furnitur; serta (7) produk dari kawasan berikat.

Produk Elektraonik

Salah satu kelompok yang ditampilkan adalah elektronik, komponen, dan logam melalui Paviliun Produk Manufaktur. Paviliun ini mencakup tiga bagian, yaitu Paviliun Elektronik, Paviliun Komponen, dan Paviliun Logam Olahan (Indonesia Metalworks Pavilion). Ketiganya akan menampilkan produk elektronik, komponen otomotif dan industri, serta produk dan solusi berbasis logam yang mendukung kebutuhan berbagai sektor industri.

“Paviliun Produk Manufaktur menjadi wadah bagi perusahaan manufaktur Indonesia untuk memperkenalkan produk bernilai tambah sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan buyer internasional. Melalui paviliun ini, Kemendag mendorong perluasan akses pasar serta penguatan kemitraan bisnis bagi produk manufaktur Indonesia dalam rantai pasok global,” tambah Puntodewi.

Paviliun lainnya seperti Paviliun Alas Kaki, Paviliun Furnitur, Paviliun Tekstil, Paviliun Kawasan Berikat, Paviliun Farmalkes, Paviliun Kosmetik, dan Paviliun Alat Musik turut merepresentasikan keragaman karakter industri manufaktur Indonesia, mulai dari industri yang mengandalkan kreativitas, desain, dan keterampilan dalam menghasilkan produk, hingga industri yang memerlukan penguasaan teknologi dan standar produksi tertentu.

“Keragaman ini menunjukkan peluang ekspor manufaktur Indonesia tidak hanya bertumpu pada industri berskala besar, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mengembangkan produk yang inovatif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pasar internasional,” tutur Puntodewi.

Menurut Puntodewi, ragam produk yang ditampilkan ketujuh paviliun manufaktur mencerminkan potensi industri Indonesia dalam menghasilkan berbagai produk. Hal ini menunjukkan kapasitas produksi dan daya saing manufaktur nasional tersebar luas dalam berbagai komoditas.

“Indonesia memiliki beragam produk manufaktur unggulan dari berbagai sektor industri. TEI menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa industri nasional memiliki potensi yang besar untuk memenuhi kebutuhan pasar global, baik dari segi keragaman maupun jenis produk yang ditawarkan,” ungkap Puntodewi./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

WAMEN ATR/BPN
HEADLINE NEWS

Kelembagaan BRAN Dibahas Untuk Perjelas Peran dan Pembagian Kewenangan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah mengadakan pertemuan untuk mematangkan kelembagaan Badan Reforma Agraria...

Mendag
HEADLINE NEWS

Pemerintah Dorong Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Para pelaku usaha diajak untuk memanfaatkan Trade Expo Indonesia...

Tarif OJOL
HEADLINE NEWS

Berikan Kepastian Hukum Pengemudi Ojek Online, Pemerintah Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026...

Produk Kriya
HEADLINE NEWS

Inacraft Youthpreneurs 2026 : Produk Kriya Didukung Teknologi Optimis Masuk Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha lokal untuk...