SEMARANG, Bisnistoday — Pemerintah meluncurkan program Insersi Pendidikan Perkoperasian sebagai model pendidikan perkoperasian yang sistematis dan berkelanjutan di lingkungan sekolah. Melalui program ini diharapkan generasi muda Indonesia memiliki pengetahuan dan kecakapan tentang nilai-nilai perkoperasian.
Program ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Koperasi (Kemenkop), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag) serta gerakan koperasi. Provinsi Jawa Tengah menjadi pionir melaksanakan program ini.
“Saya menyampaikan apresiasi dan juga terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mengambil langkah bersejarah, strategis dan visioner,” kata Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat peluncuran Program Insersi Pendidikan Perkoperasian di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (5/6).
Ia menyampaikan bahwa Provinsi Jateng menjadi provinsi yang bersejarah bagi perkembangan koperasi di Indonesia. Sebab di Banyumas Jawa Tengah berdiri koperasi pertama di Indonesia.
Program Insersi Pendidikan Perkoperasian ini menyasar lebih dari 6,3 juta peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, tanpa menambah beban kurikulum. Program ini juga digadang-gadang menjadi model nasional dan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.
Menkop juga mendorong provinsi lainnya dapat meniru upaya dari Pemprov Jateng.
“Harapannya agar provinsi-provinsi lain bisa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Tengah,” kata Menkop Ferry
Menkop menegaskan sistem ekonomi nasional yang saat ini condong ke sistem ekonomi kapitalistik secara perlahan-lahan didorong untuk kembali ke sistem ekonomi Pancasila, dengan menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar utama. Salah satu cara yang paling efektif adalah melalui pemahaman yang benar terkait koperasi bagi kalangan muda melalui sistem pendidikan insersi tersebut.
Tidak Menambah Mata Pelajaran
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi program ini akan mengintegrasikan materi koperasi ke dalam mata pelajaran yang sudah ada sehingga tanpa harus menambah mata pelajaran baru.
“Hari ini kita sedang menanam benih peradaban ekonomi masa depan. Kita sedang menyiapkan jutaan anak-anak Jawa Tengah agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, bergotong royong, dan mampu membangun kesejahteraan bersama melalui koperasi,” kata Ahmad Luthfi.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Eddy S. Bramiyanto menambahkan proses penyusunan Program Insersi Pendidikan Perkoperasian ini dilaksanakan secara bertahap dan kolaboratif sejak Triwulan IV Tahun 2025. Komunikasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan terkait lainnya terus dilakukan agar program ini efektif dilaksanakan.








































