www.bisnistoday.co.id
Minggu , 18 Oktober 2026
Home EKONOMI Kemendag Musnahkan 750  Bal Pakaian Bekas
EKONOMISektor Riil

Kemendag Musnahkan 750  Bal Pakaian Bekas

Social Media

KARAWANG, Bisnistoday –  Gebrakan  baru  dilakukan  Menteri  Perdagangan  Zulkifli  Hasan.  Mengawali  ‘Gerakan  Jumat  Bersih’,  Kementerian  Perdagangan  melakukan  pemusnahan  secara simbolis  750  bal  pakaian  bekas  yang  diduga  asal  impor  senilai  Rp8,5  miliar.  Aksi  pemusnahan  ini berlangsung  hari  ini,  Jumat  (12/8),  di  kawasan  pergudangan  Gracia  di  Kabupaten  Karawang,  Jawa Barat.

“Pemusnahan  750  bal  pakaian  bekas  yang  diduga  asal  impor  dengan  nilai  mencapai  Rp8,5  miliar  ini merupakan  tindak  lanjut  pengawasan  terhadap  perdagangan  dan  impor  pakaian  bekas  yang  kami lakukan  secara  berkelanjutan.  Ini  juga  sebagai  bentuk  respons  kami  atas  semakin  maraknya perdagangan  pakaian  bekas  yang  diduga  asal  impor  melalui  transaksi  daring  maupun  luring,”  tegas Mendag Zulkifli  Hasan. 

Mendag  Zulkifli  Hasan  menekankan,  pemusnahan  ini  merupakan  salah  satu  bentuk  komitmen Kementerian  Perdagangan  dalam  proses  pengawasan  dan  penegakan  hukum  terkait  dengan pelanggaran  di  bidang  perdagangan  dan  perlindungan  konsumen.

Pakaian  bekas  merupakan  barang  yang  dilarang  impornya  berdasarkan  Peraturan  Menteri Perdagangan  Nomor  18  Tahun  2021  sebagaimana  telah  diubah  dengan  Peraturan  Menteri Perdagangan  Nomor  40  Tahun  2022  tentang Perubahan  Atas  Peraturan  Menteri  Perdagangan  Nomor 18  Tahun  2021  Tentang Barang Dilarang  Ekspor  dan  Barang  Dilarang  Impor.

Jamur Kapang

Berdasarkan  hasil  pengujian  yang  dilakukan  di  Balai  Pengujian  Mutu  Barang,  sampel  pakaian  bekas yang  telah  diamankan  tersebut  terbukti  mengandung  “jamur  kapang”.

Cemaran  jamur  kapang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, seperti gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek  beracun  iritasi,  dan  infeksi  karena  pakaian  tersebut  melekat  langsung  pada  tubuh.  Tentunya  hal ini  dapat  merugikan  masyarakat  sekaligus  melanggar  ketentuan  Pasal  8  Ayat  (2)  Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang  Perlindungan  Konsumen.

Untuk  menekan  jumlah  pakaian  bekas  impor  yang  masuk  ke  Indonesia,  Mendag  Zulkifli  Hasan mengimbau    konsumen  agar    lebih  mengutamakan  produk  dalam  negeri. 

“Kami  mengimbau masyarakat  Indonesia  lebih  bangga  menggunakan  produk  dalam  negeri  demi  menjaga  harkat  dan martabat  bangsa.  Dengan  menghindari  pemakaian  pakaian  bekas  asal  impor,  konsumen  dapat terhindar  dari  dampak  buruk  pakaian  bekas  dalam  jangka  panjang  dan  dapat  melindungi  industri dalam  negeri,”  tandas  Mendag  Zulkifli  Hasan.        

Sementara  itu,  Direktur  Jenderal  Perlindungan  Konsumen  dan  Tertib  Niaga  Veri  Anggrijono mengungkapkan,  dari  hasil  pengembangan  sementara,  ditengarai  pakaian  bekas  tersebut  masuk melalui  pelabuhan  ‘tikus’  yang  banyak  tersebar  di  wilayah  Indonesia  dan  diedarkan  di  Pulau  Jawa.

“Saat  ini  kami  masih  melakukan  pengumpulan  bahan  keterangan  lebih  lanjut  terkait  proses  dan  jalur pemasukan  pakaian  bekas  tersebut  ke  Indonesia,”  paparnya. /

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMI

Perjuangan 3 Guru Maluku Raih Gelar Sarjana, Harus Berburu Sinyal hingga ke Kampung Tetangga

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Keterbatasan jaringan internet tak menyurutkan perjuangan tiga guru asal...

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan
EKONOMI

PT SMI Raih Dua Penghargaan Asian Water Awards 2026 atas Kontribusi Pengelolaan Air Berkelanjutan

JAKARTA, Bisnostoday.co.id— PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) meraih dua penghargaan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Koperasi Pertanian Didorong Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan ASEAN

YOGYAKARTA, Bisnistoday.co.id—Koperasi pertanian berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perekonomian...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Pimpin Satgas Implementasi Perpres Ojol

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026...