www.bisnistoday.co.id
Selasa , 1 September 2026
Home EKONOMI KemenKopUKM dan Sekretariat ASEAN Gelar Forum Dialog Kebijakan Regional
EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenKopUKM dan Sekretariat ASEAN Gelar Forum Dialog Kebijakan Regional

Deputi Bidang UKM KemenKopUKM, Hanung Harimba Rachman (tengah) seusai acara Forum Dialog Kebijakan Regional tentang Ekonomi Sirkular
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bekerjasama dengan Sekretariat ASEAN menyelenggarakan Forum Dialog Kebijakan Regional tentang Ekonomi Sirkular.

Acara tersebut diselenggarakan di Gedung Sekretariat ASEAN pada 25-26 Juli 2023 yang akan dihadiri oleh negara-negara anggota ASEAN dan pemangku kepentingan ASEAN Access (task force, national focal point dan network partner). Acara itu diharapkan mampu mempromosikan prinsip-prinsip ekonomi sirkuler di seluruh wilayah ASEAN.

Deputi Bidang UKM KemenKopUKM, Hanung Harimba Rachman menyampaikan bahwa UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian regional di wilayah ASEAN.

“Terdapat lebih dari 70 juta UMKM di ASEAN, namun tingkat ekspor rata-rata UMKM di ASEAN masih rendah, yaitu sekitar 18 persen,” katanya, Selasa (25/7).

Lebih lanjut, Hanung menambahkan transisi hijau di negara tujuan ekspor ASEAN semakin menurunkan tingkat ekspor, karena negara tujuan ekspor mulai memberlakukan regulasi ketat yang mencegah impor barang yang terkait dengan degradasi lingkungan.

“Maka dari itu, penting untuk memperkenalkan model bisnis yang ramah lingkungan antara lain dengan model ekonomi sirkular,” kata Hanung.

Menurutnya, ekonomi sirkular merupakan sistem ekonomi yang bertujuan untuk menghilangkan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya dengan menjaga siklus penggunaan, pemakaian kembali, dan regenerasi yang berkesinambungan. Ini mewakili pergeseran paradigma dari model linear tradisional “ambil-produksi-buang” menjadi pendekatan yang lebih berkelanjutan dan regeneratif.

“Pada intinya, ekonomi sirkular bertujuan untuk menciptakan sistem berkelanjutan di mana produk, material, dan sumber daya dirancang, diproduksi, dan dikelola dengan cara yang meminimalkan dampak lingkungan dan mendorong kemakmuran sosial dan ekonomi,” ucapnya.

Dengan menghadirkan para pembuat kebijakan, ahli, dan pemangku kepentingan kunci, forum ini bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian dan keselarasan kebijakan guna menciptakan lingkungan yang mendukung implementasi ekonomi sirkular di wilayah ASEAN.

Kurangi Jejak Karbon

Adopsi prinsip-prinsip ekonomi sirkular yang berhasil di wilayah ASEAN memiliki potensi dampak transformasional. Praktik ekonomi sirkular akan mengurangi jejak karbon, meminimalkan pembentukan limbah, dan melestarikan sumber daya alam, sehingga mengurangi degradasi lingkungan.

“Indonesia sebagai penyelenggara Forum Dialog Kebijakan Regional tentang Ekonomi Sirkular ini berharap inisiasi ini akan menjadi langkah maju dalam mewujudkan visi bersama untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah ASEAN,” katanya./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Circular Economy Forum (CEF) 2026. (Dok:IBCSD)
EKONOMI

CEF 2026 Perkuat Kolaborasi untuk Akselerasi Ekonomi Sirkular dan Industri Hijau

JAKARTA, Bisnistoday– Transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia menjadi semakin penting di...

Menperin
Ekonomi & Bisnis

Wujudkan Program Prioritas 2027, Kemenperin Minta Tambahan APBN Senilai Rp1,72 Triliun

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus menjalankan program strategis untuk menjaga...

Prof Jomo
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Prof. Jomo Kwame Sundaram : Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Bukan Jaminan Rakyatnya Sejahtera

JAKARTA, Bisnistoday - Ekonom Malaysia, Prof. Jomo Kwame Sundaram, dalam kuliah umum...

Gedung Kemenperin
Ekonomi & Bisnis

Kemenperin Catat Indeks Kepercayaan Industri per Agustus 2026 Masih Ekspansif

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus...