JAKARTA, Bisnistoday – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir memicu gangguan operasional pada tiga ruas jalan tol strategis: Tol Binjai–Pangkalan Brandan, Tol Padang–Sicincin, dan Tol Sigli–Banda Aceh. Meningkatnya intensitas hujan menyebabkan gerusan tanah, luapan air, hingga genangan di berbagai titik, sehingga mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan dan kelancaran distribusi logistik, terutama menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan penanganan darurat menjadi prioritas mutlak pemerintah.“Ketiga ruas tol tersebut memiliki fungsi vital dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera. Kementerian PU bersama BUJT terus bekerja 24 jam untuk memastikan keamanan, stabilitas konstruksi, serta kelancaran arus lalu lintas menjelang Nataru 2025/2026,” ujarnya.
Ruas ini menjadi yang paling terdampak dengan luapan air dan gerusan tanah di beberapa titik, terutama di Seksi 2 (Kuala Bingai–Tanjung Pura) pada KM 49+800, KM 50+800, KM 52+600, dan KM 53+400. Akibat kondisi tersebut, sejumlah segmen harus dihentikan operasinya sementara waktu.
Tim gabungan Kementerian PU, BPJT, dan BUJT melalui PT Hutama Karya (Persero) langsung melakukan penanganan darurat berupa; penutupan jalur tergenang, pengamanan lokasi dan pemasangan rambu, pengalihan arus lalu lintas dan penyusunan kajian teknis untuk penanganan permanen.
Sementara Seksi 3 (Tanjung Pura–Pangkalan Brandan) tetap beroperasi normal dan menjadi jalur alternatif. BUJT juga mengaktifkan posko pengungsian di Rest Area KM 41+000 Jalur B serta menurunkan Tim Layanan Jalan Tol, tim rescue, PJR Polda Sumut, dan TNI.
Tol Padang–Sicincin: Genangan Surut, Lereng Terdampak
Hujan intens menyebabkan genangan sesaat di KM 8+800 pada jalur dari Sicincin menuju GT Padang. Meski sempat mengganggu, air telah surut dan ruas kembali normal.
Namun, pengawasan ekstra dilakukan menyusul ditemukannya gerusan di beberapa titik lereng, yakni: KM 21 Jalur A, KM 22 Jalur B, KM 26 Jalur A dan KM 31 Jalur A. Penanganan sementara dijalankan untuk menjaga stabilitas lereng. Selain itu, BUJT meningkatkan personel siaga dan memberikan bantuan bagi masyarakat sekitar yang terdampak banjir.
Di Aceh, curah hujan tinggi berpengaruh pada beberapa infrastruktur, termasuk jalan tol. Secara umum, ruas Sigli–Banda Aceh aman dan tetap beroperasi. Hanya satu titik gerusan teridentifikasi, yakni di Jembatan Akses GT Jantho KM 1+400 Jalur A. Pengamanan dilakukan dengan pemasangan water barrier dan peningkatan patroli.
Sebagai langkah tambahan, BUJT membuka akses Seksi Padang Tiji–Seulimeum untuk membantu distribusi logistik ke masyarakat terdampak bencana.
Kementerian PU dan BUJT meminta seluruh pengguna jalan tol untuk, mematuhi arahan petugas, menghindari lokasi yang sedang dalam penanganan, menjaga kecepatan ideal saat hujan deras, memastikan kondisi kendaraan prima serta meningkatkan kewaspadaan saat jarak pandang terbatas
Upaya mitigasi, koordinasi lintas lembaga, serta peningkatan kesiagaan lapangan terus dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan perjalanan di seluruh ruas tol terdampak cuaca ekstrem.//




