www.bisnistoday.co.id
Kamis , 3 September 2026
Home EKONOMI Kementerian PUPR Catat Backlog Perumahan Capai 12,75 juta rumah
EKONOMI

Kementerian PUPR Catat Backlog Perumahan Capai 12,75 juta rumah

BACKLOG PERUMAHAN : Perumaha bersubsidi sebagai implementasi Kementerian PUPR dalam penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), belum lama ini. Pemerintah catat backlog kepemilikan rumah capai 12,75 juta rumah.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susesnas) Tahun 2020 tercatat angka backlog kepemilikan perumahan mencapai 12,75 juta, belum termasuk pertumbuhan keluarga baru yang diperkirakan sekitar 700-800 ribu per tahun. Karena itu, Kementerian PUPR menggandeng semua pihak turut serta membantu mengurangi gap penyediaan rumah khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Program perumahan dalam RPJMN 2020-2024 adalah meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terhadap perumahan dan permukiman layak, aman dan terjangkau hingga 70% pada 2024,” kata Iwan Suprijanto Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR saat mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Webinar bertema “Kuat Bersama Sektor Properti sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi.”

Kegiatan ini, dihadiri oleh perwakilan dari perbankan, asosiasi dan pengembang perumahan, Perumnas, BP Tapera, pengamat properti, dan masyarakat, Jumat (4/2). Kementerian PUPR juga mendorong peran aktif masyarakat dalam proses pembangunan rumah melalui skema padat karya serta mendorong  perbankan dalam menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi. 

“Dana APBN untuk alokasi anggaran perumahan juga sangat terbatas sehingga belum mampu menyelesaikan seluruh kebutuhan MBR terhadap perumahan. Untuk itu pemerintah berusaha menggandeng peran aktif dari asosiasi pengembang, sektor swasta, perbankan dan masyarakat untuk turut membangun sektor properti,” ujar Iwan Suprijanto. 

Iwan Suprijanto mengatakan sektor properti dapat menjadi salah satu lokomotif pemulihan ekonomi nasional karena memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar dalam menggerakan sektor lainnya. Peran aktif asosiasi pengembang, swasta, perbankan dan masyarakat terus didorong mengingat sektor perumahan (properti) menjadi salah satu leading sector (lokomotif) dalam menopang Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak Pandemi Covid-19.

“Pemulihan ekonomi nasional memerlukan komitmen dari semua stakeholder untuk mendukung inovasi kebijakan yang dibuat Pemerintah dalam rangka meningkatkan supply dan demand perumahan di Indonesia,” kata Iwan Suprijanto 

Guna mendorong pemulihan ekonomi tersebut, Iwan Suprijanto menyampaikan, Kementerian PUPR membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder perumahan untuk bersama-sama meningkatkan pertumbuhan sektor properti yang berimbang untuk semua lapisan, mulai dari menengah ke atas sampai menengah ke bawah. Diketahui, Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadi penurunan daya beli masyarakat, terutama pada segmen menengah ke bawah (MBR). 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Aldy Amir
EKONOMI

Aldy Amir Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua SP SKK Migas Periode 2026–2028

JAKARTA, Bisnistoday – Serikat Pekerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu...

Circular Economy Forum (CEF) 2026. (Dok:IBCSD)
EKONOMI

CEF 2026 Perkuat Kolaborasi untuk Akselerasi Ekonomi Sirkular dan Industri Hijau

JAKARTA, Bisnistoday– Transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia menjadi semakin penting di...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Tutup Program Magang Pengurus KDKMP Dari 31 Provinsi

LAMONGAN, Bisnistoday - Kementerian Koperasi menutup program magang pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Dorong Pengrajin Tenun dan Petani Kopi Toraja Bergabung dalam Koperasi

TANA TORAJA, Bisnistoday — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong pengrajin tenun...