www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Kurs Rupiah Kian Terpuruk
BursaBURSA & KORPORASI

Kurs Rupiah Kian Terpuruk

Rupiah Melemah
RUPIAH kembali tersungkur terdorong sentimen mundurnya Gubernur BI, kemarin.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (23/9) kembali melemah sebesar 15 poin ke posisi Rp15.038 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.023 per dolar AS. Pelemahan masih dipengaruhi sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed) yang baru saja kembali menaikkan suku bunga acuan.

“Dolar AS menguat seiring optimisnya data ekonomi AS dan sikap hawkish Federal Reserve,” kata Analis Monex Investindo Futures, Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (23/9).

The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) dalam pertemuan mereka pada pekan ini serta diproyeksikan suku bunga akan terus dinaikkan hingga akhir 2023.

Selain itu penguatan dolar AS ditopang optimisnya data ekonomi AS seperti klaim awal tunjangan pengangguran yang menunjukkan sebanyak 213.000 orang yang mengajukan klaim pada pekan lalu, naik tipis dari 208.000 dari pekan sebelumnya, namun di bawah estimasi untuk jumlah klaim sebesar 218.000.

Sementara itu data neraca transaksi berjalan juga menunjukkan defisit yang mengecil pada kuartal kedua dengan berkontraksi sebesar 11,1 persen menjadi 251,1 miliar dolar AS, lebih baik dari perkiraan untuk defisit 261 miliar dolar AS.

Di sisi lain, pelaku pasar juga khawatir terhadap ketegangan geopolitik terkait Rusia dengan Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke dalam perangnya melawan Ukraina sambil mengancam akan menggunakan senjata nuklir.

Putin telah melipatgandakan jumlah pasukannya dengan akan memobilisasi 300.000 tentara tambahan, jumlah yang lebih besar dari kekuatan invasi awal, dan Moskow juga tampaknya siap untuk mencaplok wilayah Ukraina di bawah kendalinya.

Selanjutnya pada hari ini pasar akan mencari katalis dari data ekonomi AS seperti flash services PMI dan flash manufacturing PMI yang dirilis bersamaan pada pukul 20.45 WIB serta pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada pukul 1.00 WIB Sabtu dini hari.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.013 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.011 per dolar AS hingga Rp15.044 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp15.035 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.033 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...