www.bisnistoday.co.id
Rabu , 30 September 2026
Home EDITOR'S VIEW Membangun Berbasis Nilai-Nilai Budaya Bangsa
EDITOR'S VIEWHEADLINE NEWS

Membangun Berbasis Nilai-Nilai Budaya Bangsa

PARA PENARI Bali tengah menari tradisional Bali, belum lama ini./
Social Media

Mempertahankan nilai-nilai budaya luhur bangsa dan pemajuan kebudayaan di kancah global merupakan bagian mendasar, fokus dalam pembangunan kebudayaan nasional secara umum. Pembangunan nasional sudah selayaknya diartikan lebih luas yakni pembangunan ekonomi dan mental. Pembangunan yang lebih mengedepankan faktor ekonomi saja akan mengaburkan tatanan serta nilai-nilai budaya bangsa. 

Pembangunan yang menonjolkan ekonomi, tidak dibarengi dengan nilai-nilai budaya akan menjadikan generasi baru yang gagal paham. Padahal, tujuan pembangunan itu sendiri untuk membentuk manusia seutuhnya sejahtera lahir dan batin, serta bermartabat, akan jauh dari kenyataan. 

Refeksi ini, muncul kembali seiring pagelaran Pekan Budaya Nasional (PKN) tahun 2023. Kegiatan PKN yang bertajuk “merawat bumi, merawat budaya” ini sebagai pengingat, apakah pembangunan yang berjalan sekarang ini, sudah diiringi dengan nilai-nilai budaya? 

Pembangunan, tidak hanya sekadar mendirikan beton-beton, serta dilengkapi dengan teknologi modern yang canggih, tetapi juga merawat budaya dan lingkungan secara berkelanjutan berpijak pada nilai-nilai khasanah budaya tradisional leluhur bangsa.

Nilai-nilai itu Sudah Luntur

Lemahnya menggali nilai-nilai budaya terhadap pembangunan manusia, akan melahirkan perilaku masyarakat yang kurang berharga dan menghambat pencapaian pembangunan material dan spiritual. Perekonomian maju, tetapi juga korupsi merajalalela, dan tidak malu-malu koruptor berpose di muka umum.

Begitupun, nilai budaya sudah luntur, ketika melihat pelajar yang tawuran, pembully-an dimana-mana. Begitupun, kekejaman kriminalitas terhadap sesama, sulit dibendung. Begitupun rasa gotong royong, toleransi serta berbagai budaya kehidupan tepo seliro sudah jauh dari harapan.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, kebudayaan merupakan seluruh hasil karya, rasa, serta cipta dari masyarakat. Jangan sampai nilai-nilai kebudayaan yang telah dibangun para leluhur terputus begitu saja. Padahal semua yang lahir memiliki sejarah yang tidak terpisahkan. 

Secara etimologi, kata culture atau budaya berasal dari bahasa latin yaitu colere yang berarti mengolah atau mengerjakan. Kata culture dalam bahasa inggris juga dapat diartikan sebagai kultur dalam bahasa Indonesia dan berarti kebudayaan.

Selain secara etimologi, beberapa ahli turut mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian kebudayaan. Apa yang dibutuhkan untuk menjadikan tujuan berbangsa dan negara sesuai dengan fondasi dari yang tertuang dalam UUD 1945.  

Didalam pasal 32 UUD 1945 “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.”

Kembali Berkomitmen

Untuk itu, saat acara puncak Pekan Budaya Nasional (PKN) tahun 2023, sebagai tonggak sejarah baru peletakan dasar nilai-nilai kebudayaan dalam perencanaan pembangunan nasional.

Kegiatan ini ditandai dengan penandatangan dokumen kesepakatan serta komitmen menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan nasional, antara Sekjen Kemendikbud, Suharti,PhD dengan Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Amich Alhumami, Ph.D Kementerian PPN/Bappenas, di Jakarta, Jumat (20/10). 

Dalam sambutannya, Suharti mengutarakan, pembangunan harus mampu mengakomodir khasanah nilai-nilai kebudayaan. Pembangunan tidak mengedepankan semata ekonomi, tetapi pembangunan kedepan harus mampu menghadirkan pembangunan spiritual, dengan nilai-nilai budaya.

Hal ini ditegaskan, oleh Sekjen Kemendikbudritek, Suharti,saat acara prosesi “akad” Puncak Kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional 2023 (Bappenas Bersolek) di Jakarta, Jumat (20/10).

“Penting bagi kita semua, kebudayaan bukan sebagai obyek fisik, upacara tradisional tetapi lebih dari itu. Bahwa kebudayaan merupakan jaringan makna, nilai simbol yang menghubungkan kita, memberikan identias bagaimana memahami dunia,” tuturnya.

Suharti kembali menegaskan, bahwa kebudayaan bukan sebagai obyek tetapi merupakan paradigma  yang memberikan inspirasi, menggerakan serta melibatkan berbagai kepentingan./

Jakarta, 22 Oktober 2023

Tim Redaksi

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Terperosok, Tekanan Eksternal dan Rupiah Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tekanan eksternal kembali membayangi pasar keuangan Indonesia. Indeks Harga Saham...

Kemendag
HEADLINE NEWS

Kemendag Sinergikan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia-Afrika

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Kementerian Perdagangan dukung peningkatan kemitraan perdagangan dan investasi Indonesia dengan...

KIT Batang
HEADLINE NEWS

Industri Didorong Untuk Utamakan Pemenuhan Pasar Domestik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perindustrian mendorong pemenuhan pasar domestik Indonesia bagi industri...

Menteri Dody
HEADLINE NEWS

Menteri PU Dody Kecewa Laporan Penanganan Kekeringan Lahan Pertanian di Cirebon

CJREBON, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyusuri sejumlah lokasi...