www.bisnistoday.co.id
Selasa , 20 Oktober 2026
Home EKONOMI Sektor Riil Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan
Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri hasil tembakau (IHT) tidak dapat dilihat dari satu perspektif saja, termasuk perspektif kesehatan saja, mengingat banyaknya tenaga kerja yang menggantungkan hidup pada sektor ini. Ia mendorong penyamaan persepsi antarpemangku kepentingan dalam pembahasan aturan turunan PP 28 tentang Kesehatan.

Aturan turunan tersebut antara lain mengatur standardisasi kemasan hingga rencana pelarangan sejumlah bahan tambahan. IHT sendiri bersinggungan dengan banyak kementerian dan kebijakan sektoral.

“Saya dan Kementerian Perindustrian tidak bisa memaksakan satu perspektif saja. Karena ada perspektif lain, misalkan perspektif kesehatan, yang juga harus kita lihat sama-sama secara menyeluruh,” ujar Sarmuji dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Menurut Sarmuji, harus ada persamaan persepsi terhadap kebijakan yang menyangkut IHT. Jangan sampai kebijakan itu memaksakan satu perspektif saja, misalnya, hanya dibuat berdasarkan perspektif kesehatan saja, tanpa mempertimbangkan dari perspektif lainnya.

“Ya karena itu kita mesti menyamakan persepsi. Kita juga tidak bisa memaksakan satu perspektif saja karena ada banyak kepentingan. Misalkan perspektif kesehatan saja tidak mungkin,” lanjutnya.

Sarmuji menyoroti besarnya jumlah pekerja yang bergantung pada industri rokok.

“Karena ini juga banyak sekali tenaga kerja yang bergantung di industri rokok. Kecuali kalau pemerintah menyiapkan satu industri baru yang bisa menampung para tenaga kerja ini untuk beralih,” katanya.

Menurut dia, selama alternatif tersebut belum tersedia, aspek ketenagakerjaan harus tetap menjadi pertimbangan utama.
Selain itu, ia menekankan bahwa pelaku industri memerlukan kepastian arah kebijakan.

“Tentu industri rokok memerlukan kepastian. Termasuk kepastian bagaimana sebenarnya kebijakan pemerintah dalam perspektif-perspektif itu, supaya mereka punya persiapan,” ujarnya.

Sarmuji menilai harmonisasi lintas kebijakan penting agar kepentingan kesehatan publik, keberlangsungan industri, dan perlindungan tenaga kerja dapat berjalan beriringan.(adit)

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

Incar Pusat Kuliner Utara Jakarta, The Pizza Company Buka di Mal Artha Gading

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- The Pizza Company membuka outlet keempatnya di Mal Artha Gading,...

Pameran China Expo
Sektor Riil

Promosi Terpadu di CAEXPO 2026 Tiongkok Catat Potensi Transaksi Rp2,03 Triliun

NANING, Bisnistoday.co.id - Paviliun Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi hingga USD 113,88...

Perkuat Kepedulian dan Manfaat bagi Masyarakat, PTPN IV PalmCo gelar aksi donor darah. (Dok:PTPN)
Sektor Riil

Perkuat Kepedulian pada Masyarakat, PTPN IV PalmCo Gelar Aksi Donor Darah

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI), karyawan...

Harga Emas
Sektor Riil

Kerja Sama SICPA-Peruri Securink, Keamanan Produk EMASKU® Makin Terjamin

BANDUNG, Bisnistoday  -  PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memperkuat keamanan produk emas...