www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Menteri BUMN Ingin Gabungkan Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa
BURSA & KORPORASIKorporasi

Menteri BUMN Ingin Gabungkan Anak Usaha Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa

Geodipa
Pembangkit listrik dari energi panas bumi milik PT Geo Dipa Energi./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berencana melakukan konsolidasi BUMN-BUMN yang selama ini menggarap energi panas bumi atau geothermal seperti PT Pertamina, PT PLN, dan PT Geo Dipa Energi. Konsolidasi anak usaha atau sub holding Pertamina dan PLN yang bergerak di sektor geothermal dengan Geo Dipa dinilai akan memperkuat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam sektor geothermal.

“Kita mempunyai tiga perusahaan yang sebenarnya sudah melakukan geothermal ini, ada Pertamina, PLN, satu lagi ini Geo Dipa yang berada di bawah Kemenkeu. Memang ini perlu waktu, saya inginnya tahap awal memergerkan ini menjadi satu kesatuan,” ujar Erick dalam acara Road to G20 yang diselenggarakan Himpuni IPB pada Rabu (26/10).

Erick menyampaikan potensi geothermal yang luar biasa dibandingkan jenis EBT lain seperti angin dan panel surya dan angin. Berbeda dengan tenaga angin dan surya, lanjut Erick, geothermal juga lebih konsisten dan tidak memiliki hambatan ketersediaan pasokan.

“Geothermal ini sangat luar biasa. Karena ini salah satu daripada baseload, kita tahu kalau solar dan angin itu terbatas, tidak bisa sustain, tapi baseload itu hanya di geothermal atau di hydro. Nah ini kenapa geothermal ini yang kita dulukan,” ucap Erick.

Dengan konsolidasi, Erick meyakini pengembangan geothermal akan jauh lebih efektif dan efisien ketimbang BUMN masing-masing menggarapnya secara mandiri. Dalam tahap awal, Erick telah melakukan konsolidasi antara Pertamina dan PGE agar bisa mendapat akses pendanaan baru untuk EBT, salah satunya pilihannya dengan Go Public supaya tidak membebani keuangan negara atau terus meningkatkan utang. Erick menyampaikan proses konsolidasi anak usaha atau subholding Pertamina dan PLN dengan Geo Dipa akan dilakukan secara bertahap.

“Sementara ini Pertamina duluan yang masuk karena yang PLN masih di belakang dan (Kondisi keuangan) Pertamina sehat sehingga dia maju duluan,” kata Erick./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Hutama Karya
Korporasi

Tingkatkan Kepatuhan Hukum, Hutama Karya Sinergi dengan Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta

YOGYAKARTA, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memperkuat sinergi dengan...

EKONOMIKorporasi

BRI Life Dorong Perlindungan Jiwa untuk Perencanaan Keuangan melalui Aurora Plus

JAKARTA, Bisnistoday - BRI Life mendorong pentingnya perlindungan jiwa dalam perencanaan keuangan...

Bappebti
Korporasi

Patuh Regulasi dan Beri Layanan Baik, Didimax Raih Grade A+++ dari Bappebti Semester I 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- PT Didimax Pialang Berjangka meraih Grade A+++ dari Badan Pengawas...

Korporasi

Hutama Karya Tingkatkan Pengendalian Pelaksanaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut

KAB.TANAH BUMBU, Bisnistoday.co.id – PT Hutama Karya (Persero) memperkuat pengendalian pelaksanaan proyek...