www.bisnistoday.co.id
Kamis , 15 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Nasional Menteri PU Siapkan Sarana Pendukung Candi Borobudur Jelang Kedatangan PM Prancis
Nasional

Menteri PU Siapkan Sarana Pendukung Candi Borobudur Jelang Kedatangan PM Prancis

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian PU telah merenovasi sarana pendukung kawasan wisata dunia Candi Borobudur, beberapa waktu lalu. Seiring rencana kunjungan PM Prancis Macron ke lokasi wisata ini, Kementerian PU mempoles kembali sarana yang telah terbangun.

“Rencanya Bapak Presiden Prabowo, bersama PM Prancis mengunjungi kawasan Wisata Candi Borobudur. Kementerian Pu memastikan, bahwa kondisi sarana pendukungnya termanage dengan baik,” ungkap Menteri PU, Dody Hanggodo kepada media di Jakarta, Senin (26/5).

Terkait oengelolaan Candi Borobudur, lanjut Menteri Dody, Kementerian PU fokus pada penyiapan saranqnya seperti lahan parkir, jalan akses dan lainnya.”Sedangkan pengelolaan area wisatanya adalah Injourney,” tambah Menteri Dody.

Kedatangan PM Macron, lanjut Menteri Dody, sepertinya Presiden Prabowo ingin memperlihatkan budaya adiluhung Candi Borobudur. Sementara, mengenai budaya Candi menjadi kewenangan Kemendikbud.

“Kedatangan PM Macron ini, belum kami secara detail terkait investasi infrastruktur. Secara khusus, saya tak tahu soal pembicaraan rencana investasinya.”

Terkait infrastruktur yang menjadi tugas Kementerian PU, Dody mengatakan, selain infrastruktur umum, Kementerian PU mendapat tugas penyediaan Sekolah Rakyat. Proyek penyediaan Sekolah Rakyat ini akan direalisasikan dalam dua tahap

“Untuk tahap I, dibangun 37 sekolah, dan tahap selanjutnya 64 sekolah. Diharapkan tahap I tuntas pada Juli nanti.Nantinya setiap tahun akan divandung sekitar 100-200 Sekolah Rakyat, selama tiga tahun.”

Dody mengungkapkan, kehadiran sekolah rakyat sangat penting apalagi di daerah terluar. Masyarakat miskin menganggap sekolah merupakan baeang luxury (istimewa). Sehingga penyediaan Sekolah Rakyat penting bagi warga kurang mampu.”

Menteri PU juga mengakui, bahwa pengadaan lahan oleh pemda tidak mudah dilakukan. Lahan pemda kemungkinan tidak mencukupi luasnya. Untuk Sekolah Rakyat, butuh lahan idealnya 9-10 ha.

“Dengan luas yang memadai, akan lengkap dengan lapangan sepak bola. Jadi kondisi lahan sangat menentukan.”

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Nasional

LLDIKTI Wilayah IV Tegaskan Zero Tolerance Bullying di Kampus, Pelaku di Telkom University Kena Sanksi

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV menegaskan tidak...

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) saat ini adalah Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A.
Nasional

Rektor UPI: Kebijakan Tinggal Kelas Perlu Diimbangi Pendampingan Khusus bagi Siswa

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Kebijakan tinggal kelas dalam dunia pendidikan perlu mempertimbangkan kebutuhan...

Garuda Indonesia
Nasional

Asap Karhutla Mulai Ganggu Penerbangan di Wilayah Timur

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengintensifkan...

Nasional

Festival Kampus Berdampak, Widyatama Kembangkan Inovasi Pengolahan Sampah dan Teknologi AI

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Universitas Widyatama mendorong penguatan inovasi perguruan tinggi melalui pengembangan...