www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Menteri PUPR Dorong Implementasi Kota Ramah Air
HEADLINE NEWSLingkungan

Menteri PUPR Dorong Implementasi Kota Ramah Air

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian PUPR mendorong stakeholders untuk bersama mewujudkan Kota Ramah Air. Pemerintah telah berupaya untuk melakukan pengelolaan seoptimal mungkin untuk pengelolaan air di Kota Jakarta.

Hal ini diungkapkan oleh Meneteri PUPR, Basuki Hadimuljono, saat membuka seminar bertajuk “Mewujudkan Kota Ramah air . Tantangan dan Peluang Perencaana Infrasturktur Wilayah, di Jakarta, Senin (11/12). Semina ini diselenggarakan Kementerian PUPR bersama dengan Ikatan Ahli Perencana (IAP).

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono memaparkan pengelolaan berkelanjutan terhadap pengelolaan air di Jabodetabek. Hari ini, lanjut Basuki, akan diresmikan pompa air Sentiong, Jakarta Utara, untuk mengurangi ancaman banjir Kota Jakarta, serta penyediaan air baku maupun pengolahan air.

“Satu hal yang akan dilakukan hari ini di Kota Jakarta akan diresmikan pompa banjir Sentiong, sebagai Oase, water excellent city,” ujar Menteri Basuki.

Mengenai banjir Kota Jakarta, lanjut Basuki, pemerintah telah mulai mengendalikan sejak dari hulu mata air. Pemerintah telah membangun bendungan Ciawi dan Sukamahi, serta sodetan di Kanal Banjir Timu (KBT) serta normalisasi kali Ciliwung.

“Sedangkan di DKI Jakarta sudah tersedia sekitar 530 pompa, untuk pengendalian banjir di hilir. Untuk aliran dari hulu kita lakukan flushing di Sentiong, akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Basuki juga mengutarakan, untuk tanggul utara kota Jakarta masih belum tuntas. Masih sekitar 17 km yang belum dan diharapkan hingga akhir tahun 2024 akan diselesaikan.”Kita kendalikan banjir, bersihkan linkgungan dan environment,” tuturnya.

Menggugah Kepedulian

Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna mengajak masyarakat untuk peduli dengan air. Sekarang ini, hanya sedikit kota di Indonesia yang ramah atau tercukupi pasokan air.”Kota mana yang punya pasokan air cukup? Yang ada hanya dilema dan galau. Masih banyak kota yang berlinang air mata. Kemarau panjang terasa, tapi ketika penghujan sudah lupa lagi.”

Menarik yang disampaikan Yayat, bahwa penataan kota selama ini masih mengedepankan penataan untuk kepentingan manusia. Penyusunan tata ruang lebih mementingkan rumah untuk manusia, lalu bagaimana rumah untuk air? Pertanyaanya bisakah kita ramah dengan air?”

Lalu bagaimana mengelola air, tambah Yayat Supriatna, yakni dengan BPJS dalam arti butuh perhatian dan juga sentuhan. Ia menghimbau masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan air.

“Apabila di sekitar kita ada air yang terbuang, berarti kita belum ramah terhadap air. Air sebagai teman, jangan musuh. Ini ada paradigma yang salah, yang dilupakan,” tuturnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mendag
HEADLINE NEWS

Pemerintah Dorong Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Para pelaku usaha diajak untuk memanfaatkan Trade Expo Indonesia...

Tarif OJOL
HEADLINE NEWS

Berikan Kepastian Hukum Pengemudi Ojek Online, Pemerintah Terbitkan Perpres No. 27 Tahun 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026...

Produk Kriya
HEADLINE NEWS

Inacraft Youthpreneurs 2026 : Produk Kriya Didukung Teknologi Optimis Masuk Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha lokal untuk...

Pembukaan TEI 2025
HEADLINE NEWS

TEI 2026 : Para Buyer Disediakan Zona Khusus Kopi, Teh, dan Kakao Saat Pameran

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kementerian Perdagangan terus mematangkan persiapan Trade Expo Indonesia (TEI)...