JAKARTA, Bisnistoday – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) bakal akuisisi PT Bank Commonwealth setelah mendapatkan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar para Senin (18/3), di Jakarta. Proses akuisisi PT Bank Commonwealth ditargetkan rampung paling lambat Kuartal II-2024 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC di Jakarta, Senin (18/3). Hanya saja Parwati enggan mengutarakan lebih lanjut mengenai seberapa besar akuisisi Bank Commonwealth serta rencana penggabungan kedua entitas usaha perbankan tersebut. “Masih dijajaki lebih lanjut,” ucapnya.
Lebih lanjut Parwati menuturkan, RUPST digelar secara daring maupun tatap muka langsung. Melalui aplikasi eESY.KSEI, pemenang saham dapat memberikan kuasa secara elektronik dan menggunakan hak suaranya dalam pengambilan melalui mekanisme electronic voting.
Sementara, mengenai kinerja OCBC tahun 2023, Parwati mengatakan, tetap bertahan dengan kinerja terjaga dengan baik.“Di tahun 2023, OCBC tetap resilien dengan kinerja yang terjaga baik dan berkelanjutan. Hal tersebut juga didukung oleh permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) di angka 23,7%.serta likuiditas yang baik dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 206.2%.”
Dengan momentum perubahan nama merek dan logo menjadikan OCBC, lanjut Parwati, semakin mantap melangkah menjadi Bank Regional dengan kemampuan global. Demikian juga nilai lokal yang senantiasa terus adaptif dalam menyediakan layanan keuangan komprehensif bagi nasabah.
“OCBC merupakan salah satu bank dengan peringkat kredit tertinggi di Indonesia yakni peringkat AAA/stabil dari PT Fitch Ratings Indonesia. “
Pelaksanaan RUPST
Parwati menyampaikan, bahwa didalam RUPST 2024 di OCBC Tower Jakarta, Perseroan telah memperoleh persetujuan atas seluruh mata acara RUPST. Selain persetujuan untuk mengakuisisi PT Bank Commonwelth, RUPST memberikan beberapa persetutujuan.
Pertama, persetujuan terhadap laporan tahunan perseroan termasuk Laporan Direksi dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2023. Kedua, penetapan penggunaan laba bersih perusahaan untuk tahun buku 2023, sebesar Rp4,09 Triliun untuk Rp72 per saham atau total sebesar Rp1,65triliun ditetapkan sebagai diveiden tunai atau 40,4% dari laba bersih. Sebesar Rp100 juta didisikan untuk cadangan umum dan sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan.
Ketiga, lanjut Parwati, pembelian kembali saham Perseroan (share buyback) maksimum 402.000 saham dan pengalihan saham hasil buyback untuk pemberian remunerasi yang bersifart variable sesuai POJK dan peraturan berlaku.
Keempat, yakni perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian terhadap UU dan peratuan baru. Kelima, Perubahan susunan pengurus perseroan yakni mengangkat kembali Wong Pik Kuen Helen ebagai Komisaris dan Martin Widjaja sebagai Direktur, efektif sejak ditutupnya RUPST hari ini, sampai dengan ditutupnya RUPST tahun 2027 mendatang. Menyetujui pula, pengunduran diri Emilya Tjahjadi sebagai Direktur, efektif sejak ditutupnya RUPST ini.
Serta terakhir, yakni memberikan persetujuan terhadap pemberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Pubik yang mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2024./



















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)





















