JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi pengumuman MSCI Inc. per 15 Oktober 2026 terkait konsultasi proposal reklasifikasi status Indonesia. OJK menyambut baik apresiasi MSCI terhadap berbagai inisiatif reformasi pasar modal domestik yang telah berjalan, seperti transparansi kepemilikan saham di atas 1%, penyempurnaan klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (MSC), hingga penyesuaian batas minimum free float.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan pihaknya menghormati pandangan serta independensi MSCI sebagai penyedia indeks global. OJK berkomitmen memberi perhatian serius pada poin-poin masukan yang membutuhkan penyempurnaan.
“Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif,” kata Friderica, dalam siaran pers, Jumat (16/10).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa masukan yang disampaikan MSCI dalam pengumuman ini juga sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia, termasuk dalam aspek penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
“OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait,” kata Hasan.
Ke depan, OJK bersama SRO terus melanjutkan engagement yang konstruktif dengan lembaga-lembaga penyedia indeks maupun investor institusi global. Engagement yang berkesinambungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa otoritas Indonesia dapat saham mengkomunikasikan progres terkini reformasi pasar modal Indonesia, serta memperoleh masukan dan rekomendasi kebijakan untuk penyempurnaan yang berkelanjutan.



















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)



















