www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 17 Oktober 2026
Home GLOBAL Permintaan Minyak Dunia Diprediksi Masih Turun
GLOBALKawasan Global

Permintaan Minyak Dunia Diprediksi Masih Turun

HARGA Minyak Dunia Bergejolak Dipicu Geopolitik Global.
Social Media

LONDON, Bisnistoday – Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan pemintaan minyak dunia menurun. Prediksi ini merupakan revisi dari keempat kali prediksi sebelumnya mengenai pemintaan minyak dunia sejak April 2022.

Perkiraan OPEC pada Rabu (12/10) ini didasari atas kemungkinan perlambatan ekonomi tahun depan, gejolak Covid 19 di Tiongkok khususnya serta tingginya inflasi di sejumlah negara dunia. 

OPEC memperkirakan pemintaan minyak meningkat 2,64 juta barel per hari (BPH) atau 2,7 persen pada tahu 2022. Dalam laporan setiap bulannya, OPEC menyatakan pemintaan minyak turun 460.000 BPH dari perkiraan sebelumnya. 

“Ekonomi dunia telah memasuki masa ketidakpastian yang meningkat dan tantangan yang meningkat, di tengah tingkat inflasi tinggi yang sedang berlangsung, pengetatan moneter oleh bank-bank sentral utama, tingkat utang negara yang tinggi di banyak wilayah serta masalah pasokan yang sedang berlangsung,” kata OPEC dalam laporannya.

Mempertimbangkan permintaan minyak masih rendah, maka OPEC beserta sekutunya, OPEC+ untuk mengurangi produksinya terbesar sejak tahun 2020 lalu. Sebetulnya, langkah ini mendapat kritik dari Amerika Serikat, hanya saja juga Departemen Energi AS juga legowo turut menurunkan ekspektasi produksi konsumsi minyak global tahun 2023.

Diperkirakan Masih Turun

OPEC memperkirakan, tahun depan permintaan minyak naik 2,34 juta BPH, 360.000 BPH lebih rendah dari perkiraan sebelumnya menjadi 102,02 BPH. Meski begitu OPEC memperkirakan permintaah tahun depan masih lebih tinggi dibanding pra pandemic 2019. 

Departemen Energi AS, sebaliknya, memperkirakan permintaan tumbuh 1,5 persen pada 2023 menjadi 101,03 juta barel per hari, turun dari perkiraan 101,50 juta barel per hari bulan lalu. Ia juga hanya mengharapkan peningkatan 0,8 persen dalam produksi menjadi 100,73 juta barel per hari tahun depan.

OPEC memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2022 menjadi 2,7 persen dari 3,1 persen, memangkas angka tahun depan menjadi 2,5 persen dan mengatakan ada potensi pelemahan lebih lanjut.

“Risiko penurunan utama masih ada,” kata OPEC, menambahkan ada potensi kenaikan terbatas dari faktor-faktor seperti langkah-langkah fiskal di Uni Eropa dan China, dan resolusi apa pun untuk perang Ukraina.

Harga minyak, yang telah melemah dalam menanggapi kekhawatiran tentang ekonomi, ditutup lebih rendah, diperdagangkan di bawah 93 dolar AS per barel.

OPEC+ hampir sepanjang tahun ini telah meningkatkan produksi minyak untuk mengurangi rekor pemotongan yang dilakukan pada 2020 setelah pandemi memangkas permintaan./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Para ilmuwan mendeteksi semburan tersebut menggunakan teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan dan kemudian mengidentifikasi galaksi induknya menggunakan teleskop antariksa James Webb milik NASA. Foto: Brendon Wainwright/Wikipedia.
GLOBALHumaniora

Ilmuwan Deteksi Semburan Energi dari Galaksi yang Sangat Jauh

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Dahulu kala di galaksi yang sangat jauh, sebuah kilatan...

Navi PIllay, Peraih Nobel Perdamaian (dok:Niklas Elmehed © Nobel Prize Outreach)
Kawasan Global

Ahli Hukum Internasional Navi Pillay Raih Nobel Perdamaian

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Komite Nobel Internasional menganugerahkan Penghargaan Nobel Perdamaian tahun 2026...

Anne Carson, peraih Nobel Sastra 2026 (Dok: Nobelprize.org)
HumanioraKawasan Global

Penyair asal Kanada Anne Carson Raih Nobel Sastra 2026

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Penulis puisi asal Kanada, Anne Carson meraih Nobel Sastra...

Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]
Kawasan Global

Ribuan Pelajar di Prancis Demo Tuntut Fasilitas Belajar yang Layak

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Aksi protes siswa sekolah menengah di Prancis terus berlanjut....