JAKARTA, Bisnistoday – Pemprov DKI Jakarta diminta melepaskan pengelolaan Stadion Jakarta International Stadium (JIS) dari pengelolaan PT Jakarta Propertindo. Hal ini ditegakan oleh Anggota DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono di Jakarta, Senin (17/7).
Ia menilai, pengambilalihakan dinilai sangat penting karena BUMD seperti PT Jakpro tidak memperhatikan pembinaan olahraga maupun seni budaya. Perusahaan BUMD hanya mengedepankan keuntungan semata.”
Saya nilai Jakpro justru akan merugi jika memaksakan untuk mengelola JIS dalam jangka waktu lama. Misalkan dalam satu bulan dia harus mengeluarkan operasional JIS sebesar Rp60 miliar dalam satu bulan,” ungkap Gembong.
Sejalan dengan itu, menurut Gembong, tujuan pembentukan Jakpro untuk mengejar keuntungan malah sulit dicapai. Tidak hanya pengelolaan JIS, seperti pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini harus yang memiliki tujuan pengembangan TIM.
Gembong menegaskan, BUMD seperti Jakpro semestinya hanya bertanggungjawab terhadap proses pembangunan TIM atau sebagai kontraktor saja.
Seharusnya, tegas Gembong, pengelolaan TIM diserahkan kembali kepada Pemprov DKI di bidang seni dan budaya. Dengan demikian, pengelola budaya tidak tercampur dengan kepentingan bisnis Jakpro.
“Sebab ini akan merusak anak cucu kita kalau seni budaya sudah dikomersialkan. Jangan sampai anak cucu kita enggak kenal budayanya sendiri,” jelas dia.
Dia berharap Pemprov DKI bisa segera mengambil sikap atas ketimpangan tugas tersebut demi kemajuan BUMD dan dinas terkait./Ant/







































