JAKARTA, Bisnistoday – Bank Indonesia (BI) diprediksikan akan tetap mempertahankan BI 7days Reverse Repo rate/ BI&DRR atau BI Rate pada level 6% pada Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Rabu (21/2) ini. Hal tersebut diutarakan, oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia di Jakarta.
“Tahan saja ya. Situasi dan kondisi belum mendukung untuk penuunan,” ungkap Ryan Kiryanto menanggapi hasil putusan RDG BI, Rabu (21/2). BI kembali menggunakan istilah BI-Rate untuk menggantikan istilah BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI&DRR).
Menurut Ryan Kiryanto, situasi eksternal memanas, serta harga minyak dunia bisa tembus 90 USD per barel. Hal ini, dapat mendorong kenaikan inflasi global dengan kondisi Bank Sentral negara maju cenderung menahan bunga serta volatilitas rupiah terhadap dollar AS masih lumayan tinggi.
“Apalagi di dalam negeri mendekati puasa ramadhan yang biasanya inflasi bulanan naik,” terang Ryan Kiryanto.
Seperti diketahui, bahwa BI telah menaikan bunga acuan dari 5,75% menjadi 6% sejak bulan Juni 2023 lalu. Hingga sekarang, BI Rate masih bertahan di level 6% dengan mempertimbangkan berbagai situasi global dan perekonomian domestik./


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)




















