www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 10 Oktober 2026
Home EKONOMI Perkuat Stok Pangan dengan Teknologi Ozonisasi 
EKONOMISektor Riil

Perkuat Stok Pangan dengan Teknologi Ozonisasi 

TANAMAN SAYURAN : Mendag Zulkifli Hasan saat mengunjungi pertanian sayuran organik merbabu (SOM) di Kopeng, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/7).
Social Media

SEMARANG, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dukung pemanfaatan teknologi ramah lingkungan untuk menjaga ketahanan dan stabilitas pangan. Teknologi D’Ozone dapat memperpanjang usia simpan buah-buahan dan sayuran. Teknologi ini dapat berkontribusi positif terhadap ketersediaan stok barang kebutuhan pokok (pokok) dan stabilitas harga.

Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu saat mengunjungi pertanian sayuran organik merbabu (SOM) di Kopeng, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (27/7). 

SOM memanfaatkan mesin D’Ozone yang menggunakan teknologi plasma ramah lingkungan sebagai salah satu solusi untuk memperpanjang masa simpan sayur dan buah; meminimalisasi pertumbuhan bakteri, virus, dan jamur penyebab pembusukan pada sayur maupun buah; serta mengurangi pestisida yang menempel pada sayur dan buah. 

Baca juga : Mendag Zulkifli Hasan Genjot Digitalisasi Sejuta Pedagang 

“Teknologi yang dimanfaatkan petani SOM ini bisa mengawetkan sayuran lebih dari dua bulan. Cabai yang dipanen seminggu cepat busuk, tapi kalau dicuci dulu dengan air yang sudah diozonisasi bisa awet hingga dua bulan, bisa sangat membantu. Bagaimana nanti caranya di kelompok tani bisa punya alat ini sehingga hasil pertanian seperti buah dan sayuran tidak cepat busuk. Jadi kalau bisa awet dua bulan, saya kira harga cabai bisa stabil,” ungkap Mendag Zulkifli Hasan. 

Produksi Sayuran Organik

Saat ini SOM telah memproduksi lebih dari 50 varian sayuran organik mulai dari sayur daun, bunga, buah, umbi, sayur salad, dan herba (herbs) yang telah tersertifikasi organik dan Halal MUI di lahan seluas 10 hektare. SOM semula didirikan oleh Shofyan Adi C yang sebelumnya menggarap lahan pertanian secara konvensional. 

Namun, lahan pertanian tersebut terus mengalami penurunan hasil sehingga perlu disehatkan kembali. Salah satunya, melalui pertanian organik. Berdasarkan fakta lapangan, pengelolaan lahan secara konvensional dapat menyebabkan kerusakan 20-30 persen. Tingkat kerusakan terbesar yaitu 8,9 persen disumbang dari proses panen hingga pengangkutan yang juga dilakukan secara konvensional. 

Kunjungan ke pertanian SOM dilakukan usai Mendag Zulkifli Hasan memantau ketersediaan stok dan harga bapok di Pasar Gayamsari. Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan yaitu Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Syailendra. Mendag Zulkifli Hasan juga berdialog dengan para petani terkait pertanian organik. /

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Pimpin Satgas Implementasi Perpres Ojol

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Klarifikasi Soal Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi memberikan klarifikasi rencana pelibatan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Hubungkan Startup Indonesia ke Pendanaan Global

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Rencanakan Pertemuan dengan Seluruh Pengurus KDKMP, Bahas Tiga Agenda

TAPANULI UTARA, Bisnistoday—Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan merencanakan untuk segera melakukan pertemuan...