www.bisnistoday.co.id
Selasa , 20 Oktober 2026
Home HEADLINE NEWS Permintaan Naik, Harga Emas Periode Pertama September 2026 Meningkat
HEADLINE NEWS

Permintaan Naik, Harga Emas Periode Pertama September 2026 Meningkat

Harga Emas
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) emas sebesar USD 142.154,10 per kilogram untuk periode pertama September 2026. Terdapat kenaikan HPE emas sebesar 7,87 persen dari periode kedua Agustus 2026 yang sebesar USD 131.777,67 per kilogram. Sementara itu, Harga Referensi (HR) emas meningkat menjadi sebesar USD 4.421,49 per troy ounce (t oz) dari periode sebelumnya yang sebesar USD 4.098,75 per t oz.

Penetapan HPE dan HR emas tersebut tercantum dalam “Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1776 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar”. Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 1– 14 September 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan, kenaikan HPE dan HR emas didorong kenaikan harga emas selama periode pengumpulan data yang mencapai 7,87 persen. Kenaikan harga tersebut tidak terlepas dari meningkatnya permintaan emas di pasar global di tengah pasokan yang relatif terbatas.

“Peningkatan HPE dan HR emas pada periode pertama September 2026 didorong beberapa faktor, salah satunya peningkatan permintaan emas di tengah keterbatasan pasokan. Faktor lainnya meliputi depresiasi nilai tukar mata uang utama dunia serta merosotnya imbal hasil obligasi di pasar internasional. Di samping itu, wacana pemangkasan suku bunga acuan oleh sejumlah bank sentral global turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas,” jelas Tommy.

Menurut Tommy, kondisi tersebut mendorong investor untuk mengalihkan likuiditas ke emas yang dipandang sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. “Dinamika tersebut mendorong para pelaku pasar untuk mengalihkan modal mereka ke instrumen emas yang dianggap sebagai safe haven dengan tingkat stabilitas yang lebih tinggi. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global,” ujar Tommy.

Tommy menambahkan, HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA). Penetapan tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.

“Penetapan HPE dan HR emas dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dengan mempertimbangkan informasi, data, serta masukan teknis dari kementerian dan lembaga terkait,” ujar Tommy. /

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Forex
HEADLINE NEWS

Forex Hulu Migas 2026 Kembali Digelar, Dorong Peningkatan Produksi Minyak dan Ketahanan Energi

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Upaya meningkatkan produksi minyak nasional di tengah tingginya kebutuhan...

KADIN
HEADLINE NEWS

Dorong Industri Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Ungkap Berbagai Hambatan Dunia Usaha

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengidentifikasi 107 isu...

Mendag Busan
HEADLINE NEWS

Mendag Busan Resmi Tutup TEI ke-41, Potensi Transaksi Capai USD 22,94 Miliar

KAB. TANGERANG, Bisnistoday.co.id - Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menutup gelaran Trade...

Produk Baja
HEADLINE NEWS

Pasar Ekspor Baja ke Uni Eropa dan Inggris Diperketat Ditengah Penyesuaian Tarif

KAB.TANGERANG, Bisnistoday.co.id - Kementerian Perdagangan mengamankan akses pasar ekspor nasional di tengah...