www.bisnistoday.co.id
Minggu , 6 September 2026
Home EKONOMI Perundingan Dagang Dengan Eropa Menguntungkan
EKONOMIEkonomi & Bisnis

Perundingan Dagang Dengan Eropa Menguntungkan

PERDAGANGAN DIGITAL : Wamendag, Jerry Sambuaga pada suatu kesempatan kegiatan virtual di Jakarta, baru-baru ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga kerjasama Indonesia dengan Uni Eropa berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan populasi sebesar 450 juta jiwa dan daya beli yang tinggi, Uni Eropa (UE) merupakan pasar yang sangat menarik bagi Indonesia.

Karena itu, perjanjian kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) harus segera diselesaikan. Perjanjian ini berdampak positif pada daya saing barang dan jasa Indonesia dengan eliminasi hambatan, baik tarif maupun non-tarif, serta kerja sama untuk memfasilitasi perdagangan.

Demikian disampaikan Wamendag Jerry sebagai narasumber dalam diskusi grup terpumpun (focus group discussion) yang bertajuk “Mencari Titik Temu Dalam Kerja Sama Ekonomi Strategis Indonesia dan Uni Eropa” di Jakarta pada hari ini, Selasa (4/7).

Diskusi diprakarsai Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dengan menghadirkan Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri dan Head of Trade and Economic Section EU Delegation to Indonesia Marika Jakas.

“Sejak peluncuran perundingan hingga saat ini, banyak pemangku kepentingan di Indonesia yang berharap perundingan ini dapat segera diselesaikan karena potensi yang besar antara Indonesia dan UE. Potensi manfaat perjanjian ini bagi perekonomian Indonesia juga ditekankan kembali dalam dua kajian yang telah dilakukan CSIS pada 2015 dan 2021 silam,” jelas Wamendag Jerry.

Hambatan Perdagangan

Manfaat optimal perjanjian perdagangan, imbuh Wamendag Jerry, hanya dapat diperoleh apabila kedua pihak menghindari kebijakan yang berpotensi menghambat perdagangan dan investasi.

“Sejalan dengan itu, Indonesia terus menyoroti perkembangan kebijakan EU Green Deal dan turunannya, terutama terkait deforestasi dan perdagangan karbon. Diharapkan perjanjian ini dapat memastikan bahwa produk Indonesia tidak akan menghadapi hambatan di pasar Eropa,” tandas Wamendag Jerry.

Wamendag Jerry menekankan, perundingan I-EU CEPA adalah agenda prioritas Indonesia. Pemerintah Indonesia dan UE menargetkan untuk segera menyelesaikan perundingan. Perundingan ini telah dilaksanakan sebanyak 14 putaran, dan putaran selanjutnya akan dilakukan pada pertengahan bulan Juli 2023.

UE adalah salah satu mitra dagang utama Indonesia, dan merupakan tujuan ekspor terbesar ke-3 dan sumber impor terbesar ke-4 di dunia. Pada 2022, total perdagangan antara Indonesia dan UE mencapai USD 33 miliar atau meningkat 13,97 persen dibandingkan pada 2021. Dari sisi investasi, UE merupakan investor utama ke-6 di Indonesia, dengan nilai investasi hingga USD 2,7 miliar pada 2022.

Beberapa produk unggulan Indonesia ke UE antara lain minyak kelapa sawit, asam lemak monokarbosilat, batu bara, bijih tembaga, dan alas kaki. Sementara itu, produk-produk unggulan UE yang diimpor Indonesia antara lain tabung dan pipa, obat-obatan, vaksin, mesin, serta kertas./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Tiga Tantangan Koperasi Tembus Pasar Global

JAKARTA, Bisnistoday — Kementerian Koperasi (Kemenkop)  mengindentifikasi tiga tantangan yang menyebabkan koperasi masih...

Ekonomi & Bisnis

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 : Akselerasi Energi Terbarukan Indonesia, Membuka Peluang Investasi, Membangun Ketahanan

JAKARTA, Bisnistoday — The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 resmi dibuka hari ini...

Ekonomi & Bisnis

PERKOSMI : Industri Kosmetik Tumbuh Pesat, Perlu Dikawal Bersama

JAKARTA, Bisnistoday – Industri kosmetik Indonesia merupakan salah satu industri yang terus...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Siapkan Mesin Pascaproduksi bagi KDKMP Pada 2027

LAMPUNG, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menyiapkan alat-alat mesin-mesin pascaproduksi untuk...