JAKARTA, Bisnistoday – Pembangkit listrik tenaga panas bumi konvesional kedua di dunia milik ENGIE Energy Indonesia memulai operasi komersilnya meski menghadapi tantangan lokasi yang terpencil, lahan yang sulit, dan dalam situasi pandemi.
« Dengan PLTP ini, ENGIE dan mitranya menunjukkan komitmen dan menekankan kontribusi mereka untuk menuju dekarbonisasi bauran energi di Indonesia. Proyek industri ambisius bernilai kira-kira 700M USD ini selesai berkat dedikasi yang tidak kenal lelah dan dedikasi yang tinggi dari tim proyek, ujar David Cullerier, Direktur Utama ENGIE Energy Indonesia, melalui keteranganya di Jakarta, Jumat (14/1).
“Kami mampu menyelesaikan proyek ini di masa pandemi global meskipun dihadapkan dengan tantangan lokasi di pedalaman dengan lahan terjal dan pada ketinggian hingga 2.600m di atas permukaan laut, » tambahnya.
ENGIE menyatakan Waktu Operasi Komersial (Commercial Operation Date/COD) Fase-1 dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rantau Dedap, dimulai pada 26 Desember 2021.
Pembangkit listrik ini terdiri dari dua turbin dengan kapasitas bersih 91.2MW. Proyek ini berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia, dan dikembangkan oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD). PT SERD adalah perusahaan Joint-Venture yang dibentuk antara ENGIE (37.4%), Supreme Energy (25.2%) dan MeriT (37.4%, gabungan Marubeni dan Tohoku Electric Power).
Proyek ini dilaksanakan melalui skema Build, Own, Operate (BOO), dan mematuhi standar lingkungan hidup yang tinggi, serta melibatkan 2.800 pekerja konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berlokasi di lahan pegunungan terpencil dengan sistem pipa uap (SGS) sepanjang 22 km, yang tersebar di area seluas 350km2.
Proyek Rantau Dedap adalah bagian dari program percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000MW kedua yang dimulai pemerintah Indonesia pada tahun 2010 (Fast Track Programme (FTP) – 2). Proyek ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan penyediaan listrik bersih bagi sekitar 500.000 rumah tangga, sementara di saat yang sama mengurangi emisi karbon dioksida 475.000 ton per tahun.
ENGIE bisnis merupakan referensi global di bidang energi rendah karbon dan jasa yang berkomitmen untuk mempercepat pergantian menuju dunia yang netral karbon melalui pengurangan konsumsi energi dan solusi yang lebih ramah lingkungan. Grup bisnis ENGIE terdaftar di bursa saham Paris and Brussels (ENGI) dan berada pada daftar indeks keuangan (CAC 40, Euronext 100, FTSE Eurotop 100, MSCI Europe) dan indeks non-keuangan lainnya./









































