www.bisnistoday.co.id
Rabu , 21 Oktober 2026
Home EKONOMI Sail Tidore Ajang Promosi Produk Unggulan Lokal
EKONOMISektor Riil

Sail Tidore Ajang Promosi Produk Unggulan Lokal

KEGIATAN SAIL TIDORE : Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, Senin (28/11).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perindustrian dorong produk IKM di daerah agar mampu bersaing dengan produk impor. Pemerintah membantu promosi produk-produk unggulan IKM melalui dukungan Sail Tidore 2022 di Provinsi Maluku Utara, khususnya di Kota Tidore Kepulauan. 

“Pelaksanaan Sail Tidore diharapkan dapat menambah daya tarik pariwisata ke kota tersebut dan turut mendorong ekonomi berkelanjutan melalui dukungan sektor industri, termasuk IKM,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita di Jakarta, Senin (28/11).

Sail Tidore merupakan program pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang diselenggarakan pada tanggal 24-29 November 2022 di Kota Tidore, Kepulauan Maluku Utara. 

Kegiatan yang mengusung tema “Tidore Kota Warisan Duta Perekat Bangsa-Bangsa” ini bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi di Maluku Utara, khususnya di sektor perikanan, pertanian, perkebunan, pertambangan dan pariwisata, sehingga mendorong pembangunan dan perekonomian masyarakat setempat. 

Pada gelaran Sail Tidore, pemerintah melaksanakan beragam acara yang dapat mendongkrak kontribusi sektor IKM agar menghasilkan produk dengan ciri khas kearifan lokal yang diharapkan menembus ke pasar ekspor. “Sebagai bentuk dukungan acara ini, kami memfasilitasi para IKM dengan beragam pembinaan, yaitu workshop desain merek dan kemasan, bimbingan teknis produksi serta pendampingan sistem keamanan pangan bagi IKM pengolahan ikan,” ungkap Reni. 

Konsultasi Langsung

Pada pelaksanaan workshop desain merek dan kemasan, IKM berkesempatan berkonsultasi langsung dengan tenaga ahli Klinik Desain Merek Kemas (KDMK) Ditjen IKMA. Kesempatan ini, untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan sehingga tercipta desain kemasan sesuai karakteristik produk. Kegiatan workshop telah dilaksanakan pada tanggal 2-3 Agustus 2022 lalu yang diikuti oleh 20 IKM pangan di Tidore.

“IKM juga mendapatkan fasilitasi cetak kemasan sebagai pemantik awal agar IKM dapat merasakan manfaat kemasan dalam meningkatkan nilai jual produk,” sebut Reni. Ada pula fasilitasi mesin dan peralatan produk pangan olahan ikan, serta fasilitasi stan pameran untuk 10 IKM saat Sail Tidore berlangsung. 

Selain itu, Ditjen IKMA telah menggelar bimtek dan pendampingan sistem manajemen mutu pada tanggal 4-7 Agustus 2022. Sebanyak 10 IKM pangan ikut serta dalam bimtek khusus untuk pengolahan produk hasil laut seperti nugget, bakso, otak-otak, dan makanan lain. /

“Bimbingan teknis tersebut diselenggarakan dengan memberikan materi terkait pengenalan bahan baku dan mekanisme sortasi, preparasi bahan baku sesuai standar, formulasi yang tepat untuk menghasilkan produk garam pati (abon premium), bakso ikan, produk-produk breaded seperti nugget ikan, kaki naga, burger ikan, dan kerupuk ikan,” imbuhnya./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri...

Sektor Riil

Incar Pusat Kuliner Utara Jakarta, The Pizza Company Buka di Mal Artha Gading

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- The Pizza Company membuka outlet keempatnya di Mal Artha Gading,...

EKONOMI

Munas IMA di Bandung Bertepatan dengan HUT ke-30, Soroti Peran Pemasaran dalam Meningkatkan Daya Saing Indonesia

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Indonesia Marketing Association (IMA) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di...

EKONOMI

Perjuangan 3 Guru Maluku Raih Gelar Sarjana, Harus Berburu Sinyal hingga ke Kampung Tetangga

BANDUNG, Bisnistoday.co.id – Keterbatasan jaringan internet tak menyurutkan perjuangan tiga guru asal...