Press "Enter" to skip to content

The Fed Diindikasikan Perlambat Laju Kenaikan Suku Bunga, Kurs Rupiah Menguat

RUPIAH KEMBALI MENGUAT: Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (24/11) kembali menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Indikasi bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed diperkirakan akan memperlambat laju kenaikan suku bunga menjadi sentimen positif pelaku pasar uang. Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (24/11) menguat 22 poin ke posisi Rp15.665 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya di posisi Rp15.687 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal dalam kajiannya menyebutkan, hari ini dolar AS melemah di tengah pasar yang mempertimbangkan notola rapat terakhir Federal Reverve (The Fed) yang menunjukkan meningkatnya jumlah anggota yang mendukung perlambatan laju kenaikan suku bunga.

Notula rapat The Fed yang dirilis semalam menunjukkan bahwa bank sentral menjadi semakin khawatir atas dampak pengetatan kebijakan moneter baru-baru ini terhadap ekonomi dan inflasi.

Bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 375 basis poin (bps) pada tahun ini, dengan kenaikan empat kali beruntun sebesar 75 bps.

Saat ini pasar mengantisipasi hampir 80 persen peluangnya bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunganya menjadi relatif lebih kecil menjadi 50 bps pada Desember nanti. Namun, pelaku pasar perlu mewaspadai masih memburuknya kasus Covid-19 di Tiongkok setelah pemerintah memberlakukan pembatasan baru di beberapa kota besar pada bulan ini dibalik meningkatnya kasus harian.

Memburuknya kasus Covid-19 di Negeri Tirai Bambu itu berpotensi memicu permintaan terhadap dolar AS yang merupakan aset safe haven yang likuid.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp15.640 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.634 per dolar AS hingga Rp15.667 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp15.647 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp15.700 per dolar AS./

Comments are closed.