JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan kecepatan mutasi varian COVID-19 saat ini telah mengalahkan vaksin. Hal ini, menyebabkan dunia berada dalam titik sangat berbahaya karena pandemi dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan.
Ketidakadilan distribusi vaksin Covid-19 dituding Tedros sebagai penyebab utama virus ini cepat menyebar. “Ada negara yang sudah memvaksinasi sebagian besar warga, tapi masih ada juga negara yang bahkan tenaga kesehatannya masih belum dapat vaksin,”jelas Tedros.
Tedros menilai keserakahan suatu negara yang mengambil alih sebagian besar vaksin menyebabkan virus ini memiliki celah untuk menyebar dan bermutasi sehingga menjadi varian Covid-19 yang semakin efektif menulari manusia ke manusia.
“Nasionalisme vaksin, yaitu saat negara mengambil sebagian besar jatah vaksin, secara moral tidak bisa dipertanggungjawabkan dan bukan strategi kesehatan publik efektif terhadap virus yang bisa bermutasi dengan cepat, semakin efektif menulari manusia,” kata Tedros seperti dikutip dari situs resmi WHO pada Kamis (8/7/2021).
“Saat ini varian memenangkan perlombaannya terhadap vaksin karena ketidaksetaraan produksi dan distribusi. Hal ini juga mengancam pemulihan ekonomi global,” lanjutnya.
WHO melaporkan sudah ada lebih dari empat juta orang di dunia yang meninggal karena COVID-19.
“Dunia berada pada titik berbahaya dalam pandemi ini,” komentar Tedros.




















![Noni Madueke mencetak gol kemenangan untuk Arsenal di City Ground [AFP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/arsenal-680x533.jpg)

















