www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 3 Oktober 2026
Home EKONOMI Integrated Farming Dinilai Mampu Sehatkan Koperasi
EKONOMI

Integrated Farming Dinilai Mampu Sehatkan Koperasi

PERTANIAN TERINTEGRASI : Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim, pada acara pembukaan dan Kick-Off pengembangan Integrated Farming bersama komunitas Made-in-Indonesia Superconnection, di Desa Ujungjaya, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (12/2).
Social Media

SUMEDANG, Bisnistoday – KemenkopUKM berupaya mewujudkan koperasi modern, khususnya yang bergerak di sektor pangan melalui program Korporatisasi Petani yang kemudian dikembangkan menjadi Integrated Farming. Langkah Kementerian Koperasi dan UKM untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Dalam integrated farming, kami akan kembangkan Koperasi Multi Pihak untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat sekitar,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim, pada acara pembukaan dan Kick-Off pengembangan Integrated Farming bersama komunitas Made-in-Indonesia Superconnection, di Desa Ujungjaya, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (12/2). 

“Integrated Farming merupakan inovasi di sektor pertanian dan peternakan yang akan menjadi andalan Sumedang untuk sektor pangan,” ungkap SesKemenkopUKM. 

Sistem Integrated Farming ini dimanfaatkan untuk produktivitas sektor pertanian, dimana kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang bagi pakan ternak hijauan. “Selain itu, dapat juga dijadikan biogas sebagai energi alternatif untuk kebutuhan sehari-hari anggota koperasi dan masyarakat sekitar,” imbuh Arif Rahman. 

SesKemenkopUKM menjelaskan, pembukaan Integrated Farming ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki ke Mas Ihsan Farm milik Sri Darmono Susilo di Cikampek, belum lama ini, yang terbilang sukses menerapkan integrated farming system. Ini yang akan direplikasi di banyak daerah lain di Indonesia. 

“Upaya Kabupaten Sumedang dalam membangun kluster pangan, seperti ternak sapi, domba, yang juga dapat diintegrasikan dengan ketersediaan pakan ternak yang bersumber dari kacang koro. Sehingga, ekosistem integrated farming dapat menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Sumedang,” kata Arif Rahman. 

Integrated Farming System sendiri, merupakan sistem pertanian dengan upaya memanfaatkan keterkaitan antara tanaman perkebunan, pangan, hortikultura, hewan ternak dan perikanan, untuk mendapatkan agro ekosistem, yang mendukung produksi pertanian (stabilitas habitat), peningkatan ekonomi dan pelestarian sumber daya alam. 

Menurut Arif, integrated farming system, yang mengelola potensi pertanian dari hulu ke hilir, dianggap menjadi model yang pas untuk ditiru para petani dan peternak, maupun koperasi di sektor pangan. Tak hanya dinilai bisa meningkatkan kesejahteraan petani, integrated farm ini juga diyakini mampu memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. 

Dari seekor sapi, 30 persen hanya menghasilkan energi dan daging. Sedangkan 70 persen lainnya menghasilkan biogas, pakan, dan pupuk kompos. Yang paling mahal adalah menghasilkan bibit atau sel sapi (sperma dan sel telur). 

“Namun, yang terpenting dalam pengelolaan model pertanian integrated farm ini letaknya pada kemampuan dari SDM menghubungkan antar elemen yang ada. Sehingga, diharapkan memang benar-benar dipelajari secara menyeluruh dan mendalam,” papar SesKemenkopUKM. 

Pengelolaan Terintegrasi

Sementara itu, Founder Made-in-Indonesia Superconnection (MSC), sekaligus Founder dan CEO Industry and Businees Institute of Management (IBIMA), I Made Dana Tangkas, menyebutkan bahwa pihaknya memiliki cita-cita Indonesia harus maju karena teknologi. Salah satu caranya, dengan membangun integrated farming di seluruh Indonesia. 

Oleh karena itu, Made Tangkas akan mengembangkan Superconnection Integrated Farming National Project. “Setelah di Sumedang, kita akan masuk ke Pekalongan dan Bali,” ungkap Made Dana. 

Di Sumedang, di atas lahan seluas 3000 meter persegi di tahap awal ini, akan dikembangkan produk pertanian padi, jagung, porang, dan sebagainya. Bahkan, di lahan tersebut juga akan dikembangkan lahan untuk pakan ternak berupa rumput Taiwan. “Kita juga menyiapkan peternakan ayam, kambing, dan sapi,” tukas Made Tangkas. 

Dalam hal itu, Made Tangkas akan menggulirkan aneka pelatihan, pengembangan produk, hingga business development. “Kita integrasikan di desa-desa dan berkolaborasi dengan IBIMA dan MSC,” tandas Made Tangkas. 

Dorong Koperasi 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Herman Suyatman berharap program integrated farming bisa dijalankan secara totalitas, bukan sekadar sporadis. “Yang penting menjadi fokus kita adalah output, outcome, hingga benefit dari integrated farming,” kata Herman. 

Bahkan, Herman menyebutkan bahwa bila integrated farming di Desa Ujungjaya berjalan sukses, maka bisa direplikasi di desa-desa lainnya di Sumedang yang berjumlah 270 desa. Terlebih lagi, saat ini, Sumedang memiliki modal strategis sebagai wilayah terdepan dalam hal transformasi digital di Indonesia. 

Bagi Herman, dengan mengembangkan integrated farming, produk yang dihasilkan petani dan peternak bisa memiliki nilai tambah. Hal itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengentaskan kemiskinan di Sumedang. 

“Saya meyakini Sumedang bisa mengembangkan integrated farming, hingga mencapai smart farming. Dengan bergotong-royong kita bisa mewujudkan itu,” tandas Sekda Sumedang. 

“Jadi, integrated farming harus disiapkan secara matang semua proses dari hulu hingga hilir. Dan sangat memungkinkan bila dikembangkan dalam wadah koperasi,” pungkas Sekda Sumedang./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

OJK Tetapkan Perlakuan Khusus Kredit Bagi Debitur Terdampak Bencana di NTT

JAKARTA, Bisnistoday - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan perlakuan khusus atas kredit/pembiayaan...

F1 Asia Indonesia
EKONOMI

Wujudkan Kolaborasi Industri Mamin, Food Ingredients Asia Indonesia 2026 Sukses Digelar di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Food Ingredients Asia Indonesia 2026 telah sukses diselenggarakan di...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KDKMP Akan Menjadi Agen dan Distributor Barang Bersubsidi

JAKARTA, Bisnistoday –Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi simpul distribusi barang...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

KemenUMKM Andalkan Lembaga Inkubator Bangun Ekosistem Kewirausahaan

SURABAYA, Bisnistoday–Kementerian UMKM mengandalkan lembaga inkubator sebagai ujung tombak memperkuat ekosistem kewirausahaan...