www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 3 Oktober 2026
Home GLOBAL Australia Evakuasi Dubesnya di Kiev-Rusia
GLOBAL

Australia Evakuasi Dubesnya di Kiev-Rusia

ANCAMAN PERANG : Bendera Negara Australia , belum lama ini. Pemerintah Australia evakuasi Kedubes di Kiev, Rusia setelah perkembangan sistuasi Rusia-Ukraina memanas.
Social Media

MELBOURNE, Bisnistoday – Mempertimbangkan situasi di perbatasan Rusia-Ukraina memburuk dengan cepat, pemerintah Australia pada Minggu menyatakan siapkan evakuasi kedutaan besarnya di Kiev. 

Menurut Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne dalam sebuah pernyataan, Staf kedutaan besar Australia di Kiev diarahkan ke kantor sementara di Lviv, sebuah kota di Ukraina barat yang berjarak sekitar 70 kilometer dari perbatasan dengan Polandia.

“Kami terus menyarankan warga Australia untuk segera meninggalkan Ukraina dengan cara komersial,” kata Payne dalam pernyataanya.

Sementara Perdana Menteri Morrison mengatakan bahwa situasi di Ukraina dalam tahap menuju sangat berbahaya. Dia menambahkan,”Tindakan sepihak otokratis Rusia untuk mengancam dan menggertak Ukraina adalah sesuatu yang sepenuhnya dan sama sekali tidak dapat diterima.”

Amerika Serikat dan Eropa meningkatkan peringatan tentang serangan segera oleh Rusia di Ukraina. Sementara Kremlin menolak tanggapan diplomatik bersama oleh Uni Eropa (EU) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terhadap tuntutannya untuk mengurangi ketegangan sebagai tindakan yang tidak sopan.

Rusia selama ini berupaya keras untuk mendapatkan lebih banyak pengaruh di Eropa pasca-Perang Dingin.Selain mengevakuasi kedutaan besar Australia di Kiev, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyerukan kepada China untuk tidak tetap “tenang dan diam” mengenai krisis di Ukraina.

Morrison, yang pemerintahannya memiliki hubungan dingin dengan China, juga meminta Beijing untuk berbicara atas nama Ukraina setelah China mengkritik pertemuan para menteri luar negeri AS, Australia, Jepang dan India di Melbourne pekan lalu.

“Pemerintah China dengan senang hati mengkritik Australia. Namun tetap diam terhadap pasukan Rusia yang berkumpul di perbatasan Ukraina,” kata Morrison dalam sebuah konferensi pers.

“Koalisi otokrasi yang kita lihat, yang berusaha untuk menggertak negara lain, bukanlah hal yang Australia anggap enteng,” ujar Morrison.

Diketahui, hubungan antara Australia dan negara mitra dagang utamanya China memburuk setelah Canberra melarang Huawei Technologies beroperasi di jaringan internet 5G-nya pada 2018.

Sebaliknya, pemerintah Australia memperketat undang-undang terhadap campur tangan politik asing dan mendesak penyelidikan independen terhadap asal-usul COVID-19./Ant

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Tokoh feminis Gloria Steinem (dokRichard Saker/The Observer)
GLOBAL

Aktivis Perempuan dan HAM, Gloria Steinem Tutup Usia

JAKARTA, Bisnistoday - Tokoh feminis yang juga seorang mantan jurnalis, Gloria Steinem,...

Petugas berusaha mencari korban banjir di Nepal. (cnsphoto/Reuters)
GLOBAL

Ribuan Korban Banjir di Nepal Belum Ditemukan

JAKARTA, Bisnistoday - Sejak banjir bandang melanda lembah-lembah Himalaya di Nepal dan...

Selat Hormuz (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
GLOBAL

AS-Iran Saling Serang, Ketegangan di Selat Hormuz Kembali Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday - Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur tudal Milik Iran di...

Rudal Iran (dok:Unsplash/Moslem daneshzadel)
GLOBAL

AS Siapkan Sanksi Ekonomi Terberat untuk Iran

JAKARTA, Bisnistoday — Konfrontasi antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase baru...