DEPOK, Bisnistoday- Beras yang dikubur di lahan kosong di Kawasan Kampung Serap, Keluruhan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat adalah beras milik PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) sendiri yang sudah tak layak konsumsi. Pihak JNE telah mengganti beras berlabel Bansos tersebut dengan kualitas baik.
“Beras tersebut setelah diambil dari gudang Bulog, dalam perjalanan ada yang terkena air hujan, sehingga rusak, ada berjamur dan tidak layak dikonsumsi,” kata Kuasa Hukum JNE, Anthony Jono di Depok, Rabu (3/8).
Dia menambahkaan, tidak mungkin beras rusak disalurkan kepada masyarakat atau penerima manfaat. “Jadi kami bertanggung jawab, kita ganti semua beras yang rusak. Ada nggak penerima manfaat yang komplain? Sampai hari ini tidak ada. Kita sudah ganti semua. Jadi tidak ada kerugian sedikitpun,” tambahnya.
Anthony mengatakan ketika diambil dari gudang Bulog, tentu ada stiker. Karena memang itu awalnya memang ditujukan untuk dibagikan bansos. “Tapi kan diperjalanan rusak. Ketika rusak, tentu kita pindahkan ke gudang, kita ganti lagi” ujarnya..
Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Awaludin Iqbal mengatakan, beras tersebut rusak saat proses penyaluran, namun sudah diganti oleh pihak pengantar atau transporter.
Dia menjelaskan, awalnya pihaknya bekerjasama dengan pihak ketiga sebagai transporter untuk mengantarkan beras kepada warga penerima manfaat.
“Dalam program tersebut tidak ada warga yang dirugikan, mengingat hasil evaluasi dan monitor yang dilakukan Bulog, termasuk peran pengantarnya pada saat itu berjalan baik sebagai mana mestinya,” kata Iqbal.
Dia mengatakan warga penerima beras bantuan presiden telah menerima beras dalam kondisi baik. Menurutnya, beras itu merupakan program bantuan presiden periode Mei-Juni 2020 yang ditujukan kepada sekitar 3 juta warga yang terkena dampak pandemi Covid-19.
Iqbal kemudian menjelaskan kronologi temuan beras yang rusak. Dia mengatakan pada periode Mei-Juni 2020, pihak pengantar akan mengirimkan beras kepada warga penerima bantuan beras presiden.
Namun, katanya, ada kendala yang mengakibatkan beras tersebut mengalami kerusakan dalam perjalanan. Iqbal mengatakan pihak ketiga segera menghubungi Bulog untuk membeli beras pengganti agar segera diantar kepada warga penerima.
Dia mengatakan pihak ketiga sudah menggantinya dengan beras berkualitas baik dan diterima juga oleh warga penerima manfaat. Sementara, beras yang rusak tersebut menjadi tanggung jawab pihak ketiga dan bukan tanggung jawab Bulog.
Sementara itu, pihak JNE melalui pengacaranya, Hotman Paris Hutapea pada Kamis (4/8) akan menggelar jumpa pers di salah satu cafe di kawasan Jakarta Utara.
Dalam jumpas pers tersebut pihak JNE akan memberikan hak jawab atas tuduhan penimbunan beras bansos. Selain itu, pihak pengacara JNE juga melakukan somasi terbuka terhadap pihak-pihak yang melakukan fitnah./







































