www.bisnistoday.co.id
Rabu , 29 Juli 2026
Home GLOBAL Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika
GLOBAL

Jalan Berliku Perjuangan Kaum Sosialis di Amerika

Mulai dari New York hingga California dan Colorado, kaum sosialis demokratis berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan tahun ini.

Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
Para pendukung gerakan Democratic Socialists of America. (Dok:DSA)
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Para kandidat berhaluan kiri di Amerika Serikat yang berafiliasi dengan gerakan Democratic Socialists of America (DSA) baru-baru ini berhasil mengalahkan kandidat Demokrat moderat dalam pemilihan pendahuluan (primary) tahun ini. Namun, menurut jajak pendapat terbaru Reuters/Ipsos, sebagian besar masyarakat di negara tersebut masih belum mengetahui apa yang diperjuangkan oleh gerakan ini.

Ketika Alexandria Ocasio-Cortez mengejutkan kalangan elite Partai Demokrat pada tahun 2018 dengan mengalahkan salah satu petahana paling berpengaruh di partai tersebut, banyak pihak menganggap kemenangan itu sebagai anomali politik. Akan tetapi, tujuh tahun kemudian, kandidat-kandidat yang berafiliasi dengan DSA bukan lagi sekadar  kaum pinggiran.

Mulai dari New York hingga California dan Colorado, kaum sosialis demokratis berhasil memenangkan pemilihan pendahuluan tahun ini, dan memengaruhi kebijakan public serta mengubah arah perdebatan di dalam Partai Demokrat. Kemenangan mereka telah mengubah organisasi aktivis yang dulunya kurang dikenal menjadi salah satu gerakan paling berpengaruh di kalangan sayap kiri Amerika.

Namun, di luar lingkaran kaum progresif, organisasi ini masih sering disalahpahami. Sebuah jajak pendapat baru dari Reuters/Ipsos menemukan bahwa meskipun DSA semakin menguat secara politik, pemahaman publik belum mengimbangi kemajuan tersebut. Sebanyak 49 persen warga Amerika menyatakan mereka memahami kebijakan sosialis demokratis, sementara 47 persen mengaku tidak memahaminya.

Hal ini menjadi tantangan yang dihadapi gerakan tersebut dalam upaya memperluas pengaruhnya melampaui basis pendukungnya di wilayah perkotaan dan kalangan progresif.

Temuan jajak pendapat ini muncul pada saat yang krusial bagi DSA. Ketika para kandidat mereka memenangkan pemilihan pendahuluan dan mulai berpengaruh, para pengkritiknya—terutama dari Partai Republik—menjadikan organisasi ini sebagai simbol pergeseran Partai Demokrat ke arah kiri.

Sejarah DSA

DSA bermula pada tahun 1982, ketika dua organisasi sosialis bergabung untuk membentuk gerakan yang berkomitmen mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial melalui pemilihan umum yang demokratis, bukan melalui revolusi.

Selama sebagian besar masa keberadaannya, organisasi ini berada di pinggiran politik Amerika. Jumlah anggotanya relatif sedikit, dan kemenangan dalam pemilihan umum jarang terjadi. Kata “sosialisme” itu sendiri membawa beban politis tersendiri di publik Amerika Serikat, yang dihantui trauma Perang Dingin.

Situasi itu mulai berubah setelah krisis keuangan tahun 2008, menyingkap ketimpangan yang kian melebar serta meningkatnya rasa frustrasi terhadap status quo ekonomi.

Generasi muda Amerika yang bergulat dengan utang pinjaman mahasiswa, kenaikan harga sewa tempat tinggal, dan biaya layanan kesehatan menjadi semakin terbuka terhadap gagasan-gagasan ekonomi progresif.

Momentum tersebut meningkat selama kampanye pemilihan presiden Senator Bernie Sanders pada tahun 2016 dan 2020, yang memperkenalkan jutaan pemilih pada retorika sosialis demokratis, meskipun Sanders sendiri bukan anggota DSA.

Terobosan terjadi seelah Ocasio-Cortez secara tak terduga menang telak di New York, yang membuktikan bahwa kandidat yang secara terbuka progresif dapat mengalahkan politisi Demokrat dari kalangan mapan di daerah pemilihan yang menjadi basis kuat partai tersebut. Sejak saat itu, organisasi ini terus memperluas pengaruh politiknya.

Salah satu tokoh terkemukanya adalah Zohran Mamdani, yang terpilih pada 2025. Tahun ini, kandidat yang didukungnya berhasil memenangkan beberapa pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat di New York City. Kemenangan serupa yang diraih kandidat dukungan DSA di Colorado dan California, menunjukkan bahwa gerakan ini sedang memperluas pengaruhnya melampaui wilayah-wilayah basis tradisionalnya.

Reformasi kapitalisme

Bagi para pendukungnya, sosialisme demokratis lebih berfokus pada upaya mereformasi kapitalisme daripada menggantikannya. DSA memperjuangkan layanan kesehatan universal, perumahan yang terjangkau, perluasan hak-hak pekerja, jaring pengaman sosial yang lebih kuat, serta tindakan tegas terhadap perubahan iklim.

Para kandidatnya berjuang melalui pemilihan umum dan institusi demokratis, dengan argumen bahwa pemerintah harus berperan lebih besar dalam mengurangi ketimpangan dan memperluas peluang ekonomi.

Filosofi tersebut sangat berbeda dengan komunisme, yang mengusung penghapusan kepemilikan pribadi atas aset dan penciptaan masyarakat tanpa kelas. Para pejabat terpilih yang didukung DSA umumnya mendukung sistem ekonomi campuran, di mana bisnis swasta tetap beroperasi berdampingan dengan peningkatan investasi dan regulasi publik.

Namun, perbedaan tersebut sering kali menjadi kabur dalam kampanye politik. Presiden Donald Trump, yang berasal dari Partai Republik, berulang kali menggambarkan politisi Demokrat sebagai pihak yang menganut sosialisme atau komunisme; ia sering menyebut anggota Demokrat sebagai “komunis garis keras yang tidak bertuhan,” meskipun kenyataannya hanya sebagian kecil pejabat terpilih dari Partai Demokrat yang berafiliasi dengan DSA.

Awal bulan ini, pemerintah merilis laporan setebal 100 halaman yang berupaya mengaitkan kelompok advokasi sayap kiri Amerika dengan Kuba, atas dasar kesamaan ideologis daripada bukti adanya hubungan organisasi itu secara langsung.

Bagi DSA, mengatasi persepsi semacam itu tetap menjadi hal krusial bagi masa depan politik mereka. Meskipun anggota DSA masih tergolong kecil di dalam Partai Demokrat, pengaruhnya semakin meluas melampaui kandidat-kandidat yang secara resmi mereka dukung.//

 

 

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Mal di Kota Kashima yang rusak parah akibat gempa. (Dok: NHK)
GLOBAL

Sebuah Pusat Perbelanjaan di Jepang Rusak Parah akibat Gempa

JAKARTA, Bisnistoday – Gempa berkekuatan 7 SR yang terjadi di selatan Jepang,...

Gempa 7,1 SR di Jepang selatan, Selasa (28/7/2026) (dok: NHK)
GLOBAL

Gempa Kuat 7,1 SR Guncang Jepang Selatan

JAKARTA, Bisnistoday - Gempa bumi yang sangat kuat mengguncang wilayah Kyushu, Jepang,...

Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]
GLOBAL

Ribuan Orang Dievakuasi akibat Karhutla di Spanyol dan Prancis

JAKARTA, Bisnistoday - Lebih dari 267.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat...

Kapal Tanker (Ilustrasi/dok:unsplash/scott-tobin)
EnergiGLOBAL

Konflik Saudi dan Houthi Berpotensi Ganggu Pasokan Energi

JAKARTA, Bisnistoday - Arab Saudi dan pejuang militan Houthi yang pro-Iran saling...