www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 November 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Posisi Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam
Sport & Health

Posisi Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam

UEFA dan CONCACAF menyatakan pada Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Social Media

JAKARTA, BSNISTODAY – Presiden FIFA Gianni Infantino dianggap tidak lagi layak memimpin organisasi tersebut menyusul kegagalan rencananya untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia dan sejumlah turnamen lainnya kepada investor swasta.

Ketua liga sepak bola profesional Eropa, Claudius Schafer, yang organisasinya mewakili 53 liga sepak bola profesional pria dan wanita, mengatakan bahwa hanya ada satu konsekuensi bagi Infantino setelah rencananya memicu gelombang protes dari berbagai asosiasi sepak bola regional.

“Ketika saya melihat bagaimana semua ini terjadi dan bahwa ia tidak melibatkan badan-badan utama FIFA, pada dasarnya hanya ada satu konsekuensi dalam perusahaan atau asosiasi mana pun,” ujarnya kepada surat kabar Swiss, SonntagsZeitung, Minggu (2/8/2026).

Saat wartawan bertanya apakah hal ini berarti Infantino tidak lagi layak menjabat sebagai presiden FIFA, Schafer menjawab: “Biasanya itulah konsekuensinya ketika seseorang di dalam perusahaan memaksakan kesepakatan bisnis semacam itu tanpa sepengetahuan siapa pun.”

Pada Jumat lalu, Infantino menyatakan bahwa FIFA telah membatalkan rencana tersebut setelah menuai reaksi keras secara luas.

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Amerika Latin (CONCACAF) menyatakan pada Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

Cari untung

Schafer, yang juga menjabat sebagai kepala eksekutif Liga Sepak Bola Swiss, mengatakan bahwa proposal  yang merupakan ide dari Infantino tersebut mengindikasikan tujuan utama FIFA adalah memaksimalkan keuntungan bagi pihak ketiga (dalam hal ini investor swasta) dengan mengadakan lebih banyak kompetisi berskala lebih besar di masa depan.

“Ini semata-mata soal keuntungan finansial; dia sama sekali mengabaikan hal-hal lainnya,” ujarnya.

Menurut Schafer, liga-liga Eropa menentang hal ini karena rencana tersebut akan menambah jumlah pertandingan dalam kalender internasional yang sudah padat, sehingga merugikan kompetisi  domestik.

“Tidak ada yang tahu mengenai rencana tersebut, bahkan Dewan FIFA—badan pengambil keputusan tertinggi FIFA—pun tidak. Saya sangat terkejut bahwa sang presiden bertindak sepenuhnya sendiri dalam masalah ini.”

Untuk diketahui, kongres pemilihan ketua umum FIFA akan berlangsung pada Maret mendatang. Dengan adanya kasus ini, Infantino yang telah dua periode menjabat, sulit untuk mempertahankan posisinya. Ia bisa jadi malah akan lengser lebih cepat. //

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Primaya Hotel
Sport & Health

Primaya Hospital Dorong Gerakan Jakarta Bebas Katarak

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Seiring peringatan World Sight Day 2026 di Bulan Oktober,...

Sport & Health

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026, Lahirkan Atlet Berjenjang dari Daerah hingga Nasional 

Jakarta, Bisnistoday.co.id - Pengembangan atlet esports membutuhkan proses pembinaan yang terarah dan...

Sebanyak 25 Pengprov Kirim Wakilnya di Kejurnas Voli Antarklub U-19. (dok: Humas PP PBVSI)
Sport & Health

Sebanyak 25 Pengprov Kirim Wakilnya di Kejurnas Voli Antarklub U-19

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – PP PBVSI bakal menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Voli...

Sport & Health

Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C Hadir dengan Antioksidan Lebih Kuat

Jakarta, Bisnistoday.co.id – Swisse menghadirkan Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C...