www.bisnistoday.co.id
Senin , 3 Agustus 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Posisi Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam
Sport & Health

Posisi Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam

UEFA dan CONCACAF menyatakan pada Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Social Media

JAKARTA, BSNISTODAY – Presiden FIFA Gianni Infantino dianggap tidak lagi layak memimpin organisasi tersebut menyusul kegagalan rencananya untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia dan sejumlah turnamen lainnya kepada investor swasta.

Ketua liga sepak bola profesional Eropa, Claudius Schafer, yang organisasinya mewakili 53 liga sepak bola profesional pria dan wanita, mengatakan bahwa hanya ada satu konsekuensi bagi Infantino setelah rencananya memicu gelombang protes dari berbagai asosiasi sepak bola regional.

“Ketika saya melihat bagaimana semua ini terjadi dan bahwa ia tidak melibatkan badan-badan utama FIFA, pada dasarnya hanya ada satu konsekuensi dalam perusahaan atau asosiasi mana pun,” ujarnya kepada surat kabar Swiss, SonntagsZeitung, Minggu (2/8/2026).

Saat wartawan bertanya apakah hal ini berarti Infantino tidak lagi layak menjabat sebagai presiden FIFA, Schafer menjawab: “Biasanya itulah konsekuensinya ketika seseorang di dalam perusahaan memaksakan kesepakatan bisnis semacam itu tanpa sepengetahuan siapa pun.”

Pada Jumat lalu, Infantino menyatakan bahwa FIFA telah membatalkan rencana tersebut setelah menuai reaksi keras secara luas.

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Amerika Latin (CONCACAF) menyatakan pada Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

Cari untung

Schafer, yang juga menjabat sebagai kepala eksekutif Liga Sepak Bola Swiss, mengatakan bahwa proposal  yang merupakan ide dari Infantino tersebut mengindikasikan tujuan utama FIFA adalah memaksimalkan keuntungan bagi pihak ketiga (dalam hal ini investor swasta) dengan mengadakan lebih banyak kompetisi berskala lebih besar di masa depan.

“Ini semata-mata soal keuntungan finansial; dia sama sekali mengabaikan hal-hal lainnya,” ujarnya.

Menurut Schafer, liga-liga Eropa menentang hal ini karena rencana tersebut akan menambah jumlah pertandingan dalam kalender internasional yang sudah padat, sehingga merugikan kompetisi  domestik.

“Tidak ada yang tahu mengenai rencana tersebut, bahkan Dewan FIFA—badan pengambil keputusan tertinggi FIFA—pun tidak. Saya sangat terkejut bahwa sang presiden bertindak sepenuhnya sendiri dalam masalah ini.”

Untuk diketahui, kongres pemilihan ketua umum FIFA akan berlangsung pada Maret mendatang. Dengan adanya kasus ini, Infantino yang telah dua periode menjabat, sulit untuk mempertahankan posisinya. Ia bisa jadi malah akan lengser lebih cepat. //

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Turnamen Tenis
Sport & Health

Turnamen Tenis Piala Gubernur DKI Jakarta 2026. Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Beregu

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meraih...

Kericuhan pasca final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Spanyol. (dok:Reuters/Aljazeera)
Sport & Health

FIFA Siapkan Sanksi untuk Argentina

JAKARTA, Bisnistoday – Penampilan Argentina di final Piala Dunia 2026 beberapa waktu...

Lionel Messi (Dok:X/OptaJoe)
Sport & Health

Messi Memulai Babak Baru Bersama Inter Miami

JAKARTA, Bisnistoday - Hanya berselang 10 hari setelah impiannya membawa Argentina untuk...

Gerak Jalan
Sport & Health

PLN Icon Plus Sumbagsel Gelar Jalan Sehat, Wujudkan Kebersamaan dan Budaya Hidup Bugar

PALEMBANG, Bisnistoday – PLN Icon Plus SBU Regional Sumatera Bagian Selatan menggelar...