www.bisnistoday.co.id
Senin , 21 September 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Posisi Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam
Sport & Health

Posisi Presiden FIFA Gianni Infantino Terancam

UEFA dan CONCACAF menyatakan pada Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Gianni Infantino (dok:AFP/LATimes)
Social Media

JAKARTA, BSNISTODAY – Presiden FIFA Gianni Infantino dianggap tidak lagi layak memimpin organisasi tersebut menyusul kegagalan rencananya untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia dan sejumlah turnamen lainnya kepada investor swasta.

Ketua liga sepak bola profesional Eropa, Claudius Schafer, yang organisasinya mewakili 53 liga sepak bola profesional pria dan wanita, mengatakan bahwa hanya ada satu konsekuensi bagi Infantino setelah rencananya memicu gelombang protes dari berbagai asosiasi sepak bola regional.

“Ketika saya melihat bagaimana semua ini terjadi dan bahwa ia tidak melibatkan badan-badan utama FIFA, pada dasarnya hanya ada satu konsekuensi dalam perusahaan atau asosiasi mana pun,” ujarnya kepada surat kabar Swiss, SonntagsZeitung, Minggu (2/8/2026).

Saat wartawan bertanya apakah hal ini berarti Infantino tidak lagi layak menjabat sebagai presiden FIFA, Schafer menjawab: “Biasanya itulah konsekuensinya ketika seseorang di dalam perusahaan memaksakan kesepakatan bisnis semacam itu tanpa sepengetahuan siapa pun.”

Pada Jumat lalu, Infantino menyatakan bahwa FIFA telah membatalkan rencana tersebut setelah menuai reaksi keras secara luas.

Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Amerika Latin (CONCACAF) menyatakan pada Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino.

Cari untung

Schafer, yang juga menjabat sebagai kepala eksekutif Liga Sepak Bola Swiss, mengatakan bahwa proposal  yang merupakan ide dari Infantino tersebut mengindikasikan tujuan utama FIFA adalah memaksimalkan keuntungan bagi pihak ketiga (dalam hal ini investor swasta) dengan mengadakan lebih banyak kompetisi berskala lebih besar di masa depan.

“Ini semata-mata soal keuntungan finansial; dia sama sekali mengabaikan hal-hal lainnya,” ujarnya.

Menurut Schafer, liga-liga Eropa menentang hal ini karena rencana tersebut akan menambah jumlah pertandingan dalam kalender internasional yang sudah padat, sehingga merugikan kompetisi  domestik.

“Tidak ada yang tahu mengenai rencana tersebut, bahkan Dewan FIFA—badan pengambil keputusan tertinggi FIFA—pun tidak. Saya sangat terkejut bahwa sang presiden bertindak sepenuhnya sendiri dalam masalah ini.”

Untuk diketahui, kongres pemilihan ketua umum FIFA akan berlangsung pada Maret mendatang. Dengan adanya kasus ini, Infantino yang telah dua periode menjabat, sulit untuk mempertahankan posisinya. Ia bisa jadi malah akan lengser lebih cepat. //

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Penampilan tim voli putri Indonesia saat melawan Jepang di Asian Games 2026 (Dok:Antara)
Sport & Health

Kontingen Indonesia Tampilkan Budaya Batak di Pembukaan Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Asian Games ke-20, resmi dibuka Sabtu (19/9/2026) sore ini,...

Petenis Jerman, Alexander Zverev (dok:Reuters)
Sport & Health

Kalahkan Ben Shelton, Alexander Zverev Raih Trofi AS Terbuka

JAKARTA, Bisnistoday – Petenis Jerman Alexander Zverev akhirnya meraih gelar AS Terbuka...

Ketua PP PBVSI Imam Sudjarwo (tengah) saat melepas keberangkatan tim voli Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026. (dok:Adi/Bisnistoday)
Sport & Health

Tim Voli Pantai Putra Bidik Medali Emas di Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI)...

Sport & Health

Bambang Widjanarko Setio: Sabuk Emas Kapolri Jadi Momentum Lahirnya Juara Baru Tinju Profesional Indonesia

Jakarta, Bisnistoday -Perhelatan Olahraga bertajuk Perebutan Sabuk Emas Kapolri, tidak hanya menjadi tontonan...