www.bisnistoday.co.id
Senin , 26 Oktober 2026
Home EKONOMI Ketersediaan Akses Air Minum di 83 Ribu Desa Mesti Terpenuhi
EKONOMISektor Riil

Ketersediaan Akses Air Minum di 83 Ribu Desa Mesti Terpenuhi

AKSES AIR MINUM : Kementerian PUPR targetkan pemenuhan akses air minum untuk puluhan ribu desa, secara bertahap.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Dalam rangka mewujudkan Sustainable Development Goals ke-6 yaitu menjamin ketersediaan serta pengelolaan air minum yang aman dan terjangkau untuk semua pada tahun 2030, Pemerintah melalui Kementerian PUPR telah melaksanakan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) sejak tahun 2008 hingga saat ini.

“Program PAMSIMAS yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008 hingga akhir 2021 telah berhasil menambah 24,5 juta akses air minum pada 35.928 desa yang tersebar di 408 kabupaten di seluruh Indonesia,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekjen Mohammad Zainal Fatah pada Pertemuan Wrap Up Program PAMSIMAS Tahun 2008-2022, Senin (29/8).

Menteri Basuki menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak atas dukungan dan kerjasamanya dalam penyelenggaraan program PAMSIMAS selama ini, baik pengelola program di tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, desa, masyarakat, termasuk dukungan dari Bank Dunia, Pemerintah Australia, dan dunia usaha lainnya.

“Saya berharap kerjasama yang telah kita bina dengan baik selama ini dapat terus berlanjut karena masih menyisakan tantangan untuk desa-desa yang belum mendapatkan layanan air minum,” ujarnya. 

Puluah Ribu Desa Belum Terakses

Dengan telah tersedianya akses air minum di 35.928 desa dari total 83.843 desa di seluruh Indonesia, maka menyisakan sekitar 47 ribu desa yang belum memiliki akses air minum. 

“Meskipun dukungan dari World Bank dan Pemerintah Australia berakhir pada tahun ini, kami akan mengupayakan desa-desa lainnya tetap mendapatkan akses air minum melalui alokasi APBN yang disetujui Bappenas dan Kementerian Keuangan. Untuk tahun ini sudah dianggarkan sekitar Rp800 miliar untuk 1.725 desa,” kata Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti.

Diana berharap masyarakat dan pemerintah daerah terus terlibat aktif dalam mengelola akses air minum yang telah tersedia.

“Semua pihak harus ada rasa memiliki atas air minum yang telah tersedia agar pengelolaannya dapat tetap terjaga dan berkelanjutan. Agar manfaatnya pun dapat terus dirasakan masyarakat, salah satunya untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah stunting,” harapnya. 

Turut hadir Minister Counsellor Economic, Infrastructure, and Investment Australia Tim Stapleton, Operation Manager The World Bank Indonesia and Timor Leste Bolormaa Ambaagazar, para Pejabat dari Kementerian/Lembaga Pemerintah Pusat, para Bupati/Wali Kota Pelaksana Program PAMSIMAS, para Pejabat Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan para Pengelola Program PAMSIMAS./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop Luncurkan Koperasi Perumahan Rakyat di Cianjur

CIANJUR, Bisnistoday.co.id—Kementerian Koperasi (Kemenkop)!meresmikan Koperasi Perumahan Rakyat di Kawasan Tamar Village, Kabupaten...

EKONOMIPerbankan & Asuransi

BRI Life Luncurkan Asuransi COZY Sebagai Solusi Proteksi Fleksibel

JAKARTA, Bisnistoday.co.id — PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meluncurkan produk asuransi...

Sektor Riil

Menperin Sarmuji: Kebijakan Tembakau Tak Bisa dari Satu Perspektif, Nasib Tenaga Kerja Harus Diperhitungkan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan bahwa kebijakan terkait industri...

Sektor Riil

Incar Pusat Kuliner Utara Jakarta, The Pizza Company Buka di Mal Artha Gading

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- The Pizza Company membuka outlet keempatnya di Mal Artha Gading,...