www.bisnistoday.co.id
Senin , 3 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Peringatan Dini Bisa Cegah Aksi “Goreng Saham”
BursaBURSA & KORPORASI

Peringatan Dini Bisa Cegah Aksi “Goreng Saham”

Peringatan dini diyakini dapat mengurangi bahkan mencegah aksi “menggoreng saham” di pasar modal Indonesia
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Peringatan dini (early warning) yang dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) diyakini dapat mengurangi bahkan mencegah aksi “menggoreng saham” di pasar modal Indonesia.

“Saya pikir sudah ada immediate action, tindakan mendahului. Unusual market activity (UMA) atau suspensi, cooling down. Kita harapkan itu early warning bagi investor, sehingga itu (saham gorengan) lebih berkurang,” kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT BEI, Kristian Sihar Manulang di Jakarta, Senin  (13/2).

Dengan berbagai peringatan dini tersebut, pihaknya berharap saham yang mengalami volatilitas dan tidak didukung fundamental yang tidak memadai bisa berkurang ke depannya, sekaligus sebagai upaya melindungi investor. “Setelah suspensi sahamnya, setelah dibuka masuk ke papan pemantauan khusus satu bulan. Tetap bisa diperdagangkan tapi dibatasi,” ujar Kristian.

BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan terus mengawal perdagangan di bursa saham Indonesia untuk mencegah terjadinya transaksi perdagangan yang tidak biasa atau biasa disebut “aksi menggoreng saham”.

“Koordinasi pengawasan tetap berjalan. Bukan lebih ketat, apa yang dilakukan selama ini sudah oke. Kita lakukan secara konsisten. Kalau ketat seakan-akan dulu longgar,” ujar Kristian.

Sebelumnya, dia menyebut untuk saham- saham yang memiliki catatan khusus terkait fundamental dan volatilitas harga, akan dimasukkan ke dalam papan pemantauan khusus.

“Bursa juga memberikan notasi khusus dan selanjutnya memasukkan ke dalam pemantauan khusus kepada saham saham tertentu yang memiliki catatan khusus terkait fundamental dan volatilitas harga,” ujar Kristian.

Pihaknya akan melakukan aksi cepat (immediate action) terhadap nasabah- nasabah melalui Anggota Bursa (AB), sebagai upaya preventif untuk mengingatkan terkait perilaku transaksi mereka.

“Semuanya ini bertujuan untuk perlindungan investor,” kata Kristian.

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap aksi menggoreng saham Gautam Adani di India tidak terulang di pasar modal Indonesia, yang mana kasus mikro tersebut berdampak besar terhadap perekonomian negara.

“Satu perusahaan Adani kehilangan 120 miliar dolar AS, hilang. Dirupiahkan Rp1.800 triliun. Hati-hati mengenai ini, pengawasan, pengawasan, pengawasan. Jangan sampai ada yang lolos seperti itu karena goreng- menggoreng Rp1.800 triliun,” ujar Jokowi./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...