www.bisnistoday.co.id
Jumat , 9 Oktober 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG Melemah Terimbas Melambatnya Pemulihan Ekonomi China
BursaBURSA & KORPORASI

IHSG Melemah Terimbas Melambatnya Pemulihan Ekonomi China

ihsg melemah
IHSG pada perdagangan Senin (15/07) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (18/7) ditutup turun 36,94 poin ke posisi 6.830,20. Sementara indeks LQ45 melemah 5,99 poin ke posisi 958,37.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (18/7) menyebutkan, pergerakan IHSG dan bursa regional di akhir perdagangan tertahan di zona merah. Hal ini dipengaruhi melambatnya pemulihan ekonomi China yang dinilai berpotensi berimbas pada ekonomi global, dan kerugian yang dibukukan pengembang terbesar China Evergrande Group.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi China membuat JPMorgan Chase & Co, Morgan Stanley dan Citigroup memangkas pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2023 menjadi 5 persen.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Yellen memperingatkan bahwa hal tersebut dapat menyebabkan efek secara global, yang mana banyak negara yang bergantung terhadap pertumbuhan China, terutama negara di Asia, namun dapat juga berdampak pada AS.

Selain itu, pasar juga mencermati perusahaan pengembang terbesar China Evergrande Group sebagai pengembang dengan utang terbesar di dunia, yang mengalami kerugian besar selama dua tahun terakhir menjelang rencana restrukturisasi utang luar negeri yang diusulkan.

China Evergrande Group sedang berusaha menyelesaikan restrukturisasi utang terbesar setelah membukukan kerugian lebih dari 81 miliar dolar AS selama dua tahun.

Dibuka Menguat

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor barang konsumen non primer sebesar 0,41 persen.

Sedangkan, sepuluh sektor terkoreksi yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 1,38 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor kesehatan yang masing- masing turun 0,73 persen dan 0,73 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TGUK, BULL, RELF, BGTG dan GRPM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni CUAN, GULA, EURO, WIDI dan INDO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.184.473 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,36 miliar lembar saham senilai Rp10,31 triliun. Sebanyak 182 saham naik, 354 saham menurun, dan 206 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 102,60 poin atau 0,32 persen ke 32.493,90, indeks Hang Seng melemah 398,05 poin atau 2,05 persen ke 19.015,72, indeks Shanghai melemah 11,81 poin atau 0,37 persen ke 3.197,82, dan indeks Strait Times menguat 0,17 poin atau 0,01 persen ke 3.254,26./

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

BURSA & KORPORASIKorporasi

BRI Life Raih Dua Penghargaan di Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

JAKARTA, Bisnistoday-PT Asuransi BRI Life (BRI Life) meraih dua penghargaan Silver dalam...

BURSA & KORPORASIKorporasi

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Life Hadirkan Apresiasi dan Layanan Kepada Nasabah

JAKARTA, Bisnistoday - Memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Asuransi BRI Life kembali...

Samuel Sekuritas
BursaHEADLINE NEWS

Samuel Sekuritas : Pemulihan Pasar Saham Bergantung Isu Nilai Tukar Rupiah dan Besaran Bunga

JAKARTA, Bisnistoday – Investor sampai saat ini masih mempertanyakan mengenai kapan Indeks...

GEDUNG BEI
Bursa

IHSG Kembali Menguat, Asing Kembali Akumulasi Saham Bank Besar

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat penguatan Indeks Harga...