www.bisnistoday.co.id
Selasa , 6 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Lingkungan Dirjen Kebudayaan Ingin Budaya Lokal Jadi Inspirasi Pengelolaan Air
Lingkungan

Dirjen Kebudayaan Ingin Budaya Lokal Jadi Inspirasi Pengelolaan Air

Dirjen Kebudayaan
DIRJEN KEBUDAYAAN, Kemendikbudristek, Hilmar Farid saat di WWF Tahun 2024, Bali./
Social Media

NUSA DUA, Bisnistoday – Kemendikbudristek mengajak semua pihak untuk menggali budaya atau keraifan lokal untuk menginspirasi pengeloaan air berlanjutan. Indonesia memiliki jaring alur perlayaran kuno dari kawasan Pasifik hingga Afrika.

“Jalur rempah, membentang dari Pasifik sampai Kawasan Afrika yang jantungnya adalah nusantara. Menghubungkan antara pulau-pulau dan laut, dengan sistam sungai yang ada. Kita sudah merevitalisasi kawasan Muaro Jambi, sepanjang sungai Batang Hari, yang ditemukan situs antara 4 sampai 14 abad lalu. Kalau digali akan memberikan manfaat bagi pengelolaan air sekarang,” ungkap Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan, Kemendikbudristek di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5).

Hilmar mencontohkan belajar bagaimana pengeloaan air untuk persawahan seperti sistem SUBAK di Bali atau dikenal dengan sawah teras siring. “Kita berlajar tidak hanya dari sisi fisik saja, tetapi juga nilai yang bisa dipelajari di sistem Subak ini, ini titik tolaknya.”

Guna pengelolaan air secara berkelanjutan, lanjut Hilmar Farid, harus ada keterlibatan masyarakat dari hulu hingga hilir untuk mendukung pengelolaan bijak yang lestari.

Dengan begitu, lanjut Hilmar Farid,  perlunya peran pemda dalam pemikiran yang baik guna pengelolaan air yang sustainable harus dijalanlan. “Kuncinya sebernarnya adalah pemda, yang punya kewenangan wilayah yang di tengah kita seharusnya.”

Menenurut Hilmar Farid, bahwa pengelolaan air tidak bisa diselesaikan dengan satu bidang ilmu saja, tetapu trans disipliner karena melibatkan stakeholders. “Nah, kita bisa kolaborasi seperti pengelolaan danau batur di Bali. Banyak pihak yang dilibatkan agar pengelolaan air bisa dijalankan.”

Hilmar juga mengusulkan, bahwa dalam pilkada yang sedang semarak ini dapat mengedepankan para calon pemimpin daerah berkomitmen dalam pengelolaan air.Banyak persoalan kebijakan daerah yang memiliki keterbatasan sehingga peran kepada daerah sangat penting.

“Jadi moment pilkada sangat baik,  dan mestinya diusulkan debat tema kebudayaan khususnya pengelolaan air.”/

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lingkungan

Dorong Telur Cage-Free di Jawa Barat, AFFA Soroti Kesejahteraan Ayam Petelur

BANDUNG, Bisnistoday - Act for Farmed Animals (AFFA) mendorong pengembangan sistem produksi...

Lingkungan

Dari Abu Bakar ke Pupuk Organik: Transformasi Petani Hutan Binaan JTB di Bandungrejo

BOJONEGORO, Bisnistoday – Di balik kokohnya fasilitas operasi gas Jambaran–Tiung Biru (JTB)...

Lingkungan

Ubah Sampah Jadi Berkah: Warga Bojonegoro Sukses Bayar PBB dan Produksi BBM Pertasol

BOJONEGORO, Bisnistoday – Persoalan sampah seringkali menjadi tantangan pelik di kawasan padat...

Lingkungan

Dari Daun Kelor hingga Solar Panel: Cara JTB Zona 12 Merajut Ekonomi dan Lingkungan di Bojonegoro

BOJONEGORO, Bisnistoday- PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 melalui proyek Jambaran...