JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diminta untuk menuntaskan bersih-bersih oknum perampas uang rakyat di Kementerian ESDM. Di sektor energi untuk program yang membebani rakyat kecil segera mendapatkan penanganan khusus.
“Saya dari Asosiasi PKL Indonesia mendukung penuh, langkah Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan bersih-bersih di jajaran Kementerian ESDM, sejumlah pejabat yang terindikasi main mata, segera dibersihkan,” tegas Ketum Asosiasi PKL Indonesia, Ali Mahsun Atmo, di Jakarta, Rabu (12/2).
Ali mendukung penuh, Kepolisian, Kejagung, serta KPK untuk bergerak cepat menuntaskan program aksi pemberantasan korupsi di Kementerian /Lembaga khususnya Kementerian ESDM. “Langkah cepat Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia copot Dirjen Migas, serta jajaran dibawahnya yang terkait merupakan reaksi cepat amanah Presiden Prabowo,” ujarnya.
Menurut Ali Mahsun, karut marut tata kelola Migas ini harus menjadi perhatian pemerintah. Karena pada akhirnya, rakyat miskin serta pedagang kaki lima, pengecer gas melon malah menjadi terbebani. “Kebocoran gas melon contohnya, disinyalir hingga 60% pada tingkat hulu dan super hulu. Subsidi Rp87 triliun malah banyak dihabiskan untuk pemain migas,” tegasnya.
Ali mengapresiasi sikap tegas Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia yang mencopot Direktur Jenderal Minyak & Gas Bumi (Dirjen Migas), Achmad Muchtasyar yang konon, kerjanya belum penuh satu bulan sejak pelantikan per 16 Januari 2025 kemarin. Dalam waktu bersamaan juga, Menteri ESDM menonaktifkan Mustika Pertiwi dari posisi Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas.
Seperti diketahui bahwa Kejagung telah meggeledah Kantor Ditjen Migas, Kementerian ESDM, kemarin. Disinyalir, pencopotan Dirjen Migas ini terkait dengan perkara yang diselidiki Kejagung./








































