www.bisnistoday.co.id
Minggu , 27 September 2026
Home LIFESTYLE Sport & Health Hindari Defisiensi, Pentingnya Nutrisi Yang Miliki Kandungan Kaya Zat Besi
Sport & Health

Hindari Defisiensi, Pentingnya Nutrisi Yang Miliki Kandungan Kaya Zat Besi

SGM Explore
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Kekurangan Zat Besi atau defisiensi Zat Besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus karena berisiko menghambat kemampuan kognitif serta tumbuh kembang optimal anak. Namun fakta menunjukkan 1 dari 3 anak Indonesia berisiko kekurangan zat besi,[1] karena tidak mengkonsumsi makanan kaya Zat Besi.

Bahkan sebuah survei juga menunjukkan bahwa 50% Bunda tidak tahu bahwa kekurangan Zat Besi dapat berdampak pada kepintaran anak. Sebagai upaya untuk mengatasi tantangan tersebut, Alfamart bersama SGM Eksplor memperkuat kolaborasi melalui program “Alfamart Sahabat Generasi Maju bersama SGM Eksplor” dan meluncurkan Kalkulator Zat Besi yang terintegrasi dalam aplikasi Alfagift yang berlangsung di Alfamart MH Thamrin, Tangerang (4/6).

Dokter Spesialis Anak, dr. Melia Yunita, MSc, SpA mengatakan, dalam 5 tahun pertama kehidupan anak, perkembangan otak anak terjadi secara signifikan sehingga penting untuk memastikan asupan nutrisi lengkap untuk dukung kemampuan kognitif anak termasuk salah satunya mikronutrien zat besi. Selain sangat berperan dalam pembentukan hemoglobin (sel darah merah), sistem imun tubuh, membangun pertumbuhan otot, zat besi juga dibutuhkan untuk mengoptimalkan koneksi antar sel saraf dan pembentukan neurotransmitter yang mendukung kemampuan dan proses belajar anak.

«Namun sayangnya, masih banyak orang tua yang tidak menyadari peran penting pemenuhan asupan Zat besi, bahkan cenderung mengabaikan gejala kekurangan zat besi yang jika dibiarkan akan berdampak pada penurunan fokus/kosentrasi dan memori, lebih pasif karena gejala letih atau lesu, gangguan perilaku, sosio-emosional, perkembangan motorik dan juga lebih rentan sakit, sehingga nantinya dikhawatirkan dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan prestasi anak. ”

Sementara, dr. Melia menambahkan, agar asupan Zat Besi bisa terpenuhi dengan optimal, orang tua dapat memberikan asupan nutrisi lengkap dan seimbang yang kaya zat besi terutama protein hewani (zat besi heme) seperti daging merah, hati ayam, telur, ikan atau dari sumber nabati (zat besi non-heme) seperti kacang-kacangan dan bayam.

“Jika dibutuhkan untuk pemenuhan zat besi selain dari makanan harian sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan dapat dilengkapi dengan susu pertumbuhan yang difortifikasi kombinasi Zat Besi dan Vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi. Selain penerapan pola makan yang kaya zat besi, orangtua juga penting identifikasi dini faktor risiko kurang zat besi secara rutin pada anak dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mengoptimalkan pencegahan dini masalah kekurangan zat besi anak./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Lifter Indonesia, Rahmat Erwin, saat meraih emas di SEA Games 2025. (dok: NOC Indonesia)
Sport & Health

Kano dan Angkat Besi Berpeluang Sumbang Medali untuk Indonesia di Asian Games 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kontingen Indonesia berpeluang menambah perolehan medali pada Asian Games...

John Herdman Pelatih timnas Indonesia vs Singapura
Sport & Health

Prediksi Skor Indonesia vs Singapura: Garuda Menang Segalanya

JAKARTA, Bisnistoday - Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga perdana FIFA ASEAN...

Sport & Health

Tak Perlu Risau! HNP Dapat Ditangani Tanpa Operasi

JAKARTA, Bisnistoday – Penanganan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) bagian cervical maupun lumbal,...

Sport & Health

Genap 20 Tahun, Primaya Hospital Hadirkan Primaya Fair 2026 dengan Beragam Layanan Kesehatan di BSD City

JAKARTA, Bisnistoday – Selama 19 tahun perjalanan, Primaya Hospital telah memberikan pelayanan...