Indonesia sering digadang-gadang sebagai raksasa ekonomi baru di Asia. Dengan 286 juta penduduk, di mana 153 juta masuk angkatan kerja aktif, sebenarnya kita punya modal luar biasa. Pertanyaannya: apakah modal besar itu sudah kita kelola dengan tepat?
Shinta Kamdani, Ketua Umum APINDO sekaligus CEO PT Sintesa Group, punya istilah menarik: Indonesia Incorporated. Menurutnya, bangsa ini seharusnya dikelola layaknya sebuah perusahaan besar, di mana setiap warga adalah pemegang saham.
“Indonesia Incorporated bukan hanya sekadar gotong royong tapi lebih dari itu yakni sebagai bagian dari pemegang saham, yang punya hak dan kewajiban. Hak, tidak hanya dividen, tapi juga hak untuk menyampaikan sesuatu dan bisa dilaksanakan,” ujar Shinta.
Empat visi besar pun ia sodorkan: Indonesia yang maju lewat karya, adil dalam kesempatan, hijau dalam pembangunan, dan bersatu dalam keragaman. Kedengarannya indah, bukan? Tapi di balik mimpi itu, data berbicara lain.
Pada 2024, kebutuhan lapangan kerja mencapai 12,2 juta orang. Sayangnya, yang tersedia hanya 4,4 juta. Artinya ada jutaan anak muda yang siap kerja tapi tak tahu harus bekerja di mana.
“Sebanyak 67% pengangguran berusia 15–29 tahun kesulitan memasuki pasar kerja,” ungkap Shinta.
Di sisi lain, UMKM yang jumlahnya 56 juta masih jadi tulang punggung ekonomi. Tapi mayoritas belum bisa disebut wirausaha sejati. Tingkat kewirausahaan kita baru 3,5% dari populasi, kalah jauh dari Thailand (4,8%) atau Singapura (11–12%).
Menurut saya, inilah titik kritis. Kalau Indonesia ingin benar-benar jadi Indonesia Incorporated, maka bonus demografi harus segera diubah menjadi bonus inovasi. Pendidikan dan industri harus nyambung, UMKM harus naik kelas, dan anak muda harus diberi ruang untuk berkreasi.
Kalau tidak, potensi emas ini bisa berubah jadi bom waktu sosial. Tapi kalau dikelola dengan benar, kita tak hanya jadi raksasa jumlah penduduk, melainkan raksasa ide, karya, dan inovasi.
Jakarta, 11 September 2025
Oleh : Shinta Kamdani, Ketua Umum APINDO sekaligus CEO PT Sintesa Group.


















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)



















