www.bisnistoday.co.id
Minggu , 11 Oktober 2026
Home EKONOMI Perbankan & Asuransi IFG Life Bongkar Mitos Seputar Asuransi: Bukan Hanya untuk Kalangan Tertentu
Perbankan & Asuransi

IFG Life Bongkar Mitos Seputar Asuransi: Bukan Hanya untuk Kalangan Tertentu

Pelanggan Asuransi
NASABAH Asuransi tengah mendengar penjelasan customer service./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih menjadi yang terendah di Asia Tenggara, hanya 1,4% menurut laporan IFG Progress (Februari 2025). Angka ini jauh tertinggal dari Vietnam (2,2%), Filipina (2,5%), Malaysia (3,8%), hingga Singapura yang mencapai 12,5%. Rendahnya angka tersebut salah satunya dipicu oleh berbagai miskonsepsi yang berkembang di masyarakat.

“Rendahnya penetrasi dan literasi asuransi di Indonesia menunjukkan masih besarnya tantangan dalam meningkatkan edukasi keuangan. Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa asuransi bukan sekadar biaya, melainkan investasi perlindungan jangka panjang bagi diri dan keluarga,” ujar Fabiola Noralita, Direktur Bisnis Individu IFG Life melalui keteranganya di Jakarta, baru-baru ini.

Mitos dan Fakta Seputar Asuransi

IFG Life mencatat beberapa anggapan keliru yang masih melekat di masyarakat, di antaranya:

  • Klaim Asuransi Sulit dan Ribet
    Banyak yang menganggap proses klaim berbelit. Faktanya, IFG Life menghadirkan layanan digital lewat aplikasi One by IFG yang memungkinkan klaim dilakukan secara cepat, transparan, dan tanpa biaya tambahan.
  • Asuransi Hanya untuk Kalangan Mapan
    Masih ada persepsi bahwa proteksi asuransi hanya untuk orang berpenghasilan tinggi. Padahal, produk IFG Life dirancang fleksibel sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat di berbagai tahap kehidupan, mulai dari anak muda hingga persiapan pensiun.
  • Manfaat Asuransi Jiwa Hanya Saat Meninggal
    Pandangan ini keliru. Produk seperti IFG LifeCHOICE juga melindungi nasabah dari risiko penyakit kritis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan bahkan saat pemegang polis masih hidup.
  • Klaim di Daerah Sulit Dilakukan
    Dengan digitalisasi layanan, klaim kini bisa diakses dengan mudah tanpa harus datang ke kantor cabang.
  • Premi Asuransi Mahal
    IFG Life menegaskan premi bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial, sehingga perlindungan bisa dimulai sejak dini tanpa harus menunggu mapan.
Tantangan dan Edukasi

Menurut survei, tiga faktor utama yang membuat masyarakat enggan berasuransi adalah: belum merasa membutuhkan, kurangnya kepercayaan pada perusahaan asuransi, dan persepsi premi yang mahal. Bahkan, 47% responden yang belum memiliki asuransi menyatakan belum berencana membeli dalam waktu dekat.

“Asuransi bukanlah beban biaya, melainkan perlindungan finansial yang semakin penting di tengah ketidakpastian. Karena itu, kami mendorong masyarakat untuk memiliki proteksi sejak dini, agar manfaat perlindungan dapat dirasakan lebih optimal dengan premi yang tetap terjangkau,” tutur Fabiola./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

KB Bank Indonesia
Perbankan & Asuransi

KB Bank Indonesia Tidak Mengalami Perubahan Struktur Kepemilikan

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Rencana pemerintah yang mendorong para Induk Koperasi melalui Gerakan...

Perbankan & Asuransi

Perluas Kepesertaan Pensiun, OJK Dorong Persiapan Sejak Dini

JAKARTA, Bisnistoday-Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa penguatan industri...

Manulife
Perbankan & Asuransi

Customer Day: Manulife Indonesia Dorong Nasabah Pahami Perlindungan Sejak Awal

JAKARTA, Bisnistoday – Guna memperingati Customer Day pada September ini, Manulife Indonesia...

Bank Jakarta
Perbankan & Asuransi

Dorong UMKM Naik Kelas, Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan Pasar Rp326 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday - Bank Jakarta mencatatkan realisasi pembiayaan kepada pedagang pasar di...