www.bisnistoday.co.id
Selasa , 29 September 2026
Home HEADLINE NEWS Imbal Hasil SBN Kembali Turun, Analis Prediksi Arah Pelonggaran Moneter BI
HEADLINE NEWS

Imbal Hasil SBN Kembali Turun, Analis Prediksi Arah Pelonggaran Moneter BI

Rully Arya Wisnubroto
Rully Arya Wisnubroto, Senior Economist Mirae Asset Sekuritas./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun kembali mencatatkan penurunan signifikan hingga menyentuh level 6,18 persen, pertama kalinya di bawah 6,2 persen sejak Juli 2023. Penurunan juga terjadi pada tenor 2 tahun yang turun ke level 4,91 persen, terendah sejak April 2022.

Senior Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan melimpahnya likuiditas di sistem keuangan nasional. “Kami memandang penurunan imbal hasil SBN tenor 2 tahun dalam jangka panjang turut dipengaruhi oleh kondisi likuiditas yang sangat longgar. Tingginya likuiditas ini disebabkan oleh stance Bank Indonesia yang sangat pro-growth,” ujarnya.

Rully menambahkan, likuiditas melimpah juga tampak dari turunnya jumlah Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)yang beredar serta penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara. Data terakhir menunjukkan total SRBI yang beredar per 30 September mencapai Rp709 triliun, turun Rp214 triliun sejak awal tahun.

Di sisi lain, kepemilikan asing terhadap SBN terus menurun, dan per 6 Oktober tercatat sebesar Rp899,9 triliun atau 13,9 persen dari total outstanding SBN angka terendah sejak Juli 2024 dan pertama kali di bawah Rp900 triliun sejak Mei lalu.

Kondisi ekonomi domestik sendiri menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Rilis data ekonomi September 2025 menampilkan tren yang kurang menggembirakan dibanding bulan sebelumnya. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) turun ke 115,0, level terendah dalam 41 bulan terakhir. Sementara itu, indeks kondisi ekonomi saat ini berada di 102,7, dan ekspektasi ke depan di 127,2 keduanya juga di posisi terendah dalam tiga tahun terakhir.

“Perkembangan data ekonomi yang terus menunjukkan pelemahan dapat mendorong akselerasi pelonggaran moneter ke depan, meskipun belum tentu berarti suku bunga acuan akan diturunkan,” kata Rully.

Menurutnya, langkah yang mungkin diambil BI adalah injeksi likuiditas melalui operasi moneter, seperti pembelian surat berharga, yang dapat menekan imbal hasil SBN lebih lanjut./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

IHSG Terperosok, Tekanan Eksternal dan Rupiah Meningkat

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Tekanan eksternal kembali membayangi pasar keuangan Indonesia. Indeks Harga Saham...

Kemendag
HEADLINE NEWS

Kemendag Sinergikan Kemitraan Perdagangan dan Investasi Indonesia-Afrika

JAKARTA, Bisnistoday.co.id– Kementerian Perdagangan dukung peningkatan kemitraan perdagangan dan investasi Indonesia dengan...

KIT Batang
HEADLINE NEWS

Industri Didorong Untuk Utamakan Pemenuhan Pasar Domestik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Kementerian Perindustrian mendorong pemenuhan pasar domestik Indonesia bagi industri...

Menteri Dody
HEADLINE NEWS

Menteri PU Dody Kecewa Laporan Penanganan Kekeringan Lahan Pertanian di Cirebon

CJREBON, Bisnistoday – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyusuri sejumlah lokasi...