JAKARTA, Bisnistoday -Sejalan peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) mengumumkan capaian signifikan dari berbagai program prioritas peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Capaian ini menjadi tonggak penting setelah satu tahun Presiden Prabowo Subianto menetapkan arah kebijakan besar untuk penguatan profesi guru di Indonesia.
Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani, menyebut seluruh program prioritas yang dilaksanakan sepanjang tahun ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. “Tujuan kita adalah meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi serta memantapkan peningkatan kompetensi. Guru profesional harus hadir, dan itu hanya mungkin jika kesejahteraan dan kompetensinya meningkat,” ujarnya di Jakarta.
Ia mengutarkan, bahwa realisasi tunjangan bagi guru ASN Daerah mencapai angka besar. Tercatat, Tunjangan Profesi Guru (TPG) telah tersalurkan Rp62,9 triliun kepada 1,47 juta guru atau 94%. Sedangkan, Tunjangan Khusus Guru (TKG) di wilayah 3T mencapai Rp1,419 triliun kepada 55.149 guru dengan capaian 89,10%.
Bagi guru non ASN, Nunuk menjelaskan, bahwa pencapaian justru lebih tinggi. Tercatat, penyaluran TKG non ASN dan TPG non ASN mencapai 100,1%, masing-masing kepada 26.676 guru dan 396.342 guru. Demikian juga, bantuan insentif telah tersalurkan 94,7% kepada lebih dari 346 ribu guru serta bantuan Subsidi Upah tersalurkan kepada 233.770 guru dengan tingkat pencapaian 92,3%.
PPG Capai Lebih dari Target
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang menjadi salah satu prioritas besar tahun ini mencatat pencapaian luar biasa. Dari target 808 ribu sasaran, seleksi administrasi justru mencapai 822 ribu peserta. Ini dimungkinkan karena langkah jemput bola hingga ke yayasan dan daerah 3T, termasuk pelaksanaan PPG secara luring.
Upaya peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-4 juga berjalan masif melalui beasiswa untuk 12.500 guru. Tahun depan, pemerintah bahkan telah menyiapkan beasiswa untuk 150 ribu guru.
Di bidang kompetensi, sejumlah pelatihan berjalan serempak dan massif antara lain, pelatihan pembelajaran mendalam mencatat pendaftar ribuan guru dan kepala sekolah. Coding dan kecerdasan buatan menggandeng 87 lembaga diklat, menyasar lebih dari 60 ribu sekolah. Begitupun, program Numerasi Nasional & Matematika Gembira menjangkau 140 sekolah dan 13 desa. Selain itu, juga pelatihan BK, STEM 5M, dan pelatihan bahasa Inggris digarap besar-besaran untuk menjawab tuntutan kurikulum masa depan.
Khusus untuk bahasa Inggris, Kemendikdasmen memastikan 90.000 guru SD siap mengajar pada 2027 ketika mata pelajaran tersebut mulai diwajibkan sejak kelas 3 SD.
Pemenuhan Kepala Sekolah Dipercepat
Program Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) juga menunjukkan dampak signifikan. Kekosongan posisi kepala sekolah berhasil ditekan hingga 51%, dari 117 ribu menjadi 57 ribu. Tahun ini saja 8.000 calon kepala sekolahtelah dilatih.
Dengan capaian yang hampir merata di seluruh program prioritas, Ditjen GTKPG menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan guru yang semakin kompeten, profesional, dan sejahtera “Peningkatan kualitas pendidikan nasional hanya bisa terwujud bila gurunya kuat. Itulah yang sedang dan terus kami bangun,” tegas Dirjen Nunuk./










































