www.bisnistoday.co.id
Selasa , 6 Oktober 2026
Home LIFESTYLE Rona & Film Festival Teater Indonesia 2025 Berlabuh Di Jakarta
Rona & Film

Festival Teater Indonesia 2025 Berlabuh Di Jakarta

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Setelah sukses menyelenggarakan di kota Medan, Palu, dan Mataram, Festival Teater Indonesia 2025 mengakhiri perjalanan di Jakarta. Sebanyak lima kelompok teater maupun seniman individu dari berbagai penjuru Indonesia akan tampil di panggung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada tanggal 14 – 16 Desember 2025. Seluruh pertunjukan dapat ditonton secara gratis oleh penikmat teater maupun masyarakat umum.

Sebelumnya, Panggilan Terbuka telah dilaksanakan semenjak 25 Agustus hingga 19 September 2025. Kegiatan ini berhasil menjaring 213 pendaftar dari 95 kabupaten/kota di 25 provinsi se-Indonesia. Pengumuman 16 kelompok/seniman terpilih dan 4 kelompok undangan disampaikan secara daring akhir September 2025. Mereka akan mementaskan naskah-naskah teater adaptasi dari karya sastra Indonesia.

Prinsip dasar tim kurator dalam memilih penampil Festival Teater Indonesia adalah, pertama, apa tawaran konseptual karya secara estetika maupun pilihan karya sastra yang diadaptasi. Kedua, kesesuaian kontekstual antara gagasan dengan realitas di kota penyelenggara. Dan terakhir, keadilan representasi, yaitu kami memastikan kesetaraan akses kewilayahan dan generasi.

“Keberagaman karya juga sangat penting, misalkan dalam gaya, medium, eksperimental, dan lainnya, sehingga penonton menyaksikan spektrum bentuk pertunjukan yang luas,” jelas Sahlan Mujtaba, Direktur Artistik Festival Teater Indonesia, dosen dan sutradara teater yang juga menjabat Sekretaris Umum Penastri.

Baca Juga : Pentas Perdana Festival Teater Indonesia, Tuangkan 20 Pertunjukan Di Empat Kota

Kelompok-kelompok teater terpilih itu mendapatkan pendanaan produksi serta pendampingan dari kurator festival. Pendampingan selama persiapan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana proses teater dijalani, bagaimana strategi menyiasati keterbatasan waktu, anggaran, dan sumber daya manusia yang ada.

“Tugas kami para kurator adalah memastikan kesiapan seniman agar dapat mementaskan karya terbaiknya di panggung Festival Teater Indonesia. Memang ada tantangan selama pendampingan, tetapi setiap kurator telah terlebih dahulu mempelajari latar belakang dan kecenderungan praktik berkarya si seniman. Dengan demikian, pendekatan kurator jadi lebih humanis dan kekeluargaan. Intinya menjadi pendengar yang baik dan teman ngobrol yang asyik,” ungkap Tya Setyawati, kurator Festival Teater Indonesia, yang berdomisili dan aktif berkesenian di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Berikut jadwal pentas teater alih wahana karya sastra Indonesia di panggung Festival Teater Indonesia – Kota Jakarta:

14 Desember 2025

  • Pukul 16.00 WITA: Burung Manyar Kita (adaptasi Burung-Burung Manyar karya Y. B. Mangunwijaya) oleh Bengkel Seni Embun dari Ambon, Maluku
  • Pukul 19.00 WITA: Hikayat Asampedas/Aroma Bomoe (adaptasi cerpen “Hikayat Asampedas” karya Azhari Aiyub) oleh Serikat Teater Sapu Lidi dari Banda Aceh, Nanggroë Acèh Darussalam

15 Desember 2025

  • Pukul 16.00 WITA: Roh (Adaptasi cerpen “Roh” karya Putu Wijaya) oleh Andi Bahar Merdhu dari Gowa, Sulawesi Selatan
  • Pukul 20.00 WITA: Panggil Aku Sakai (adaptasi novel Panggil Aku Sakai karya Ediruslan Pe Amanriza) oleh Rumah Kreatif Suku Seni Riau dari Pekanbaru, Riau

16 Desember 2025

  • Pukul 20.00 WITA: Rintrik (adaptasi cerpen “Rintrik” dalam kumpulan cerpen Godlob karya Danarto) oleh Teater Kubur dari Jakarta Timur, DKI Jakarta

Festival Teater Indonesia juga menjadi kesempatan untuk memberikan Penghargaan Atas Pengabdian Seumur Hidup kepada insan-insan seniman yang sudah berkontribusi besar bagi dunia seni pertunjukan, terutama yang dikenal melalui aktivitas seni dan kontribusinya di kota masing-masing.

Dalam proses pemilihan penerima penghargaan tersebut, jejaring komunitas teater lokal diminta untuk mengusulkan sejumlah nama tokoh yang memiliki peran dalam perkembangan teater di kota tersebut serta yang konsisten berkarya lebih dari 25 tahun. Setiap calon dikaji rekam jejak artistik, kontribusi sosial-budaya, dokumentasi karya, dampak jangka panjang, serta relasinya dengan komunitas teater lokal.

“Secara pribadi, saya menaruh hormat yang begitu tinggi kepada individu yang mau menyerahkan hidup dan dedikasinya bagi seni pertunjukan. Menghidupi dan hidup dari kesenian itu bukan hanya membutuhkan stamina yang panjang, tapi juga integritas dan kesetiaan pada profesi. Penerima Penghargaan Atas Pengabdian Seumur Hidup dari FTI adalah orang-orang yang sangat menginspirasi dan memberikan kita keyakinan bahwa seni betul-betul bisa menghidupi. Perjuangan para seniman ini layak untuk diberikan penghormatan,” ujar Happy./

 

 

 

 

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand di Final FIFA ASEAN Cup, Senin (5/10/2026) malam. (dok:PSSI)
Rona & Film

Puluhan Ribu Suporter Siap Dukung Timnas di GBK

JAKARTA, Bisnistoday.co.id –Timnas Indonesia akan mendapat dukungan penuh dari mayoritas penonton yang...

Rona & Film

Ladinda dan Lelaki Patah Hati Kini Hadir dalam Buku, Bawa Romansa dan Investigasi Korporat

JAKARTA, Bisnistoday.co.id - Novel Ladinda dan Lelaki Patah Hati karya Mooseboo kini...

Rona & Film

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar: Hadirkan 207 Film Dunia dan Buka Pemutaran Lewat Karya Peraih Palme d’Or

JAKARTA, Bisnistoday.co.id,- ​Jakarta World Cinema (JWC) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi...

Pebolavoli pantai Indonesia, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi lolos ke final Asian Games 2026. (dok: NOC Indonesia)
Rona & Film

Indonesia Berpeluang Tambah Emas Asian Games dari Voli Pantai

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Pebolavoli pantai Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi akan menantang pasangan...