JAKARTA, Bisnistoday – Wilayah Jakarta dan sekitarnya dikepung banjir serta genangan air usai diguyur hujan lebat dengan durasi panjang sejak Senin (12/1/2026) pagi. Kondisi ini membuat aktivitas transportasi di kawasan Jabodetabek mengalami hambatan serius di berbagai titik rawan bencana.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer skala regional. “Ini kombinasi dinamika atmosfer skala regional yang saling memperkuat,” ujar Ida saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
BMKG mencatat adanya penguatan signifikan pada Monsoon Asia yang membawa massa udara basah dari Laut China Selatan menuju Pulau Jawa. Fenomena ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin secara drastis yang bergerak melalui Selat Karimata hingga ke wilayah selatan Indonesia.
Kondisi tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi atau pertemuan angin yang memanjang di sepanjang Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Barat. “Daerah konvergensi tersebut berperan penting dalam memicu pertumbuhan awan hujan yang sangat intens,” jelas Ida.
Selain faktor Monsoon, terdapat daerah tekanan rendah di wilayah timur Australia yang turut memodifikasi pola sirkulasi angin di tanah air. Keberadaan sistem tekanan rendah ini membuat aliran angin di bagian selatan Indonesia bergerak lebih dominan ke arah timur.
Interaksi dua sistem atmosfer raksasa ini secara langsung meningkatkan durasi dan intensitas hujan di wilayah padat penduduk seperti Jabodetabek. Akibatnya, potensi terjadinya hujan dengan curah yang sangat tinggi menjadi jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal biasanya.
BMKG kini mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tetap waspada terhadap risiko banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang. “Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan dan kegiatan luar ruang,” tegas Ida.
Pihak otoritas akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi guna memberikan peringatan dini bagi masyarakat luas. Kewaspadaan ekstra diperlukan selama beberapa hari ke depan mengingat sistem atmosfer yang memicu cuaca buruk ini masih terpantau stabil.









































