www.bisnistoday.co.id
Jumat , 2 Oktober 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Peluncuran Buku “Takhta, Darma dan Karsa”, Mengungkap Warisan Pemikiran  Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Humaniora

Peluncuran Buku “Takhta, Darma dan Karsa”, Mengungkap Warisan Pemikiran  Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday— Di tengah tantangan krisis karakter, pragmatisme, dan derasnya disrupsi digital, pemikiran serta keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX kembali dihadirkan untuk menjawab kebutuhan generasi muda Indonesia masa kini.

Melalui peluncuran buku “Takhta, Darma dan Karsa: Pemikiran, Karya, dan Keteladanan Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengku Buwono IX”, Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga besar Gerakan Pramuka, untuk tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi menghidupkan kembali semangat pengabdian yang diwariskan Sri Sultan HB IX.

Buku tersebut diluncurkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Auditorium Sukarman, Lantai 2, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta. Sri Sultan Hamengku Bawono ke X  berkenan meluncurkan buku yang disusun sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan pendidikan kepramukaan. Sebagai pembicara kunci, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya buku ini sebagai rujukan utama pendidikan karakter dan kebijakan integrasi kepramukaan berbasis sekolah di tanah air.

Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas bekerja sama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIY, dengan dukungan Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia, Masyarakat Sejarawan Indonesia, dan Penerbit Andi Offset Yogyakarta. Buku ditulis oleh Dr. Harto Juwono, M.Hum. dan Anis Ilahi Wahdati, M.Si.

Takhta, Darma dan Karsa tidak hadir sebagai biografi yang sekadar mengisahkan perjalanan hidup seorang tokoh. Buku ini merupakan historiografi gagasan, karya, dan filosofi kepemimpinan Sri Sultan HB IX, khususnya dalam membangun Gerakan Pramuka sebagai instrumen pendidikan karakter dan pembangunan bangsa.

Trilogi Takhta, Darma dan Karsa menjadi gagasan utama buku ini: takhta adalah instrumen kekuasaan, darma adalah pengabdian, sedangkan karsa adalah kehendak luhur yang menggerakkan keduanya untuk kepentingan rakyat dan kedaulatan bangsa. Dengan demikian, kekuasaan tidak ditempatkan sebagai tujuan, melainkan sebagai sarana untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Pramuka, dalam pemikiran Sri Sultan HB IX, harus hadir menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Dalam pidato legendaris beliau di Tokyo pada tahun 1971 berjudul “Scout Action for Community Development”, beliau mengubah kiblat kepanduan dunia dengan memindahkan ruang belajar dari sekadar rekreasi petualangan hutan (woodcraft) menjadi bakti nyata pembangunan masyarakat pedesaan (community/rural development).

Gagasan tersebut mendapat pengakuan internasional melalui penganugerahan Bronze Wolf Award, penghargaan tertinggi dalam gerakan kepanduan dunia, kepada Sri Sultan HB IX pada tahun 1973.

Bagi Sri Sultan Hamengku Bawono Ka10, warisan Sri Sultan HB IX harus diteruskan bukan dengan sekadar menjaga bentuk-bentuk lama, melainkan dengan menghidupkan nilai dan semangat yang mendasarinya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas Acep Somantri memandang pemikiran Sri Sultan HB IX memiliki relevansi kuat bagi pembangunan karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas akan membentuk “Bapak Pramuka Indonesia Fellowship” untuk melestarikan nilai-nilai keteladanan, darma dan karsa Sri Sultan HB IX, yang diharapkan dapat diluncurkan pada 12 April 2027.

Dengan demikian, peluncuran Takhta, Darma dan Karsa bukan sekadar peluncuran sebuah buku, namun menjadi ajakan untuk menyalakan kembali api pengabdian. Hal ini ditujukan agar generasi muda Indonesia tidak hanya mengetahui siapa Sri Sultan Hamengku Buwono IX, tetapi juga menyelami pemikiran besarnya dan bagaimana keteladanannya dapat dihidupkan kembali di era sekarang ini untuk mendukung pembentukan karakter bangsa dan pembangunan nasional./

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Humaniora

Pemkot Bandung dan Baznas Salurkan Bantuan Rp2,032 Miliar untuk Korban Gempa NTT

BANDUNG, Bisnistoday.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Badan Amil Zakat Nasional...

Humaniora

Pemkot Bandung Siapkan Kesempatan Kerja bagi 57 Eks Karyawan Kebun Binatang Bandung

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan kesempatan kerja bagi 57...

Mendikdasmen
Humaniora

Kemendikdasmen Perluas Pendidikan Pancasila melalui Pembelajaran Mendalam dan Budaya Sekolah

BANDUNG, Bisnistoday.co.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pendidikan...

Perbaikan Sekolah
Humaniora

Kemendikdasmen Revitalisasi 89 Sekolah di Demak

KAB. DEMAK, Bisnistoday.co.id - Kondisi sekolah yang berada di wilayah rawan bencana...