Warning: Undefined array key "HTTP_USER_AGENT" in /home/u6526426/public_html/wp-content/plugins/wesper-function/inc/core.php on line 735
KAB.BOGOR, Bisnistoday.co.id – Ruang kelas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki, dan pembelajaran berlangsung dengan dukungan layar interaktif. Di sekolah SD Negeri Cirimekar 02, Kabupaten Bogor tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, meninjau langsung pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pendidikan, Rabu (7/10).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan dan pemanfaatan program Digitalisasi Pembelajaran. Menko PMK dan Mendikdasmen melihat kondisi sekolah sebelum dan sesudah revitalisasi, mengamati proses pembelajaran di kelas, serta makan bersama anak-anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kedatangan kedua menteri disambut antusias oleh para murid. Anak-anak tampak bersemangat menyapa dan bersalaman, sekaligus menunjukkan ruang belajar mereka yang kini terasa lebih nyaman. Menteri Mu’ti turut mengingatkan para murid untuk memanfaatkan lingkungan belajar yang semakin baik dengan meningkatkan semangat belajar. “Kalau sekolahnya bagus, harus rajin belajar,” ucapnya.
Kepala SD Negeri Cirimekar 02, Bagus Eko Kurniawan, mengatakan kondisi sekolah sebelum direvitalisasi cukup memprihatinkan. Ruang kelas mengalami kebocoran, plafon rusak berat, dan lantai juga mengalami kerusakan. Melalui program revitalisasi dengan nilai bantuan Rp951.543.177, sekolah mendapatkan rehabilitasi tiga ruang kelas dan ruang UKS, pembangunan toilet beserta sanitasinya, serta pembangunan ruang administrasi.
Perbaikan tersebut, kata Bagus, tidak hanya mengubah kondisi fisik sekolah, tetapi juga membuat kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan lebih baik. Guru, murid, dan orang tua murid turut menyambut perubahan tersebut.
“Revitalisasi membawa dampak yang signifikan terhadap sarana dan prasarana di sekolah kami, sehingga pembelajaran di sekolah pun berjalan dengan baik,” ungkap Bagus.
Lebih Nyaman Belajar
Mengenai kondisi sekolah setelah direvitalisasi, para murid SD tersebut dengan semangat mengatakan lebih senang karena kini memiliki ruang belajar yang lebih nyaman. Bagi mereka, perubahan sederhana yang terlihat pada kelas menjadi sesuatu yang langsung mereka rasakan dalam keseharian.
Salah satu murid kelas VI, Muhammad Ghazy Alfarizki, mengatakan ruang belajar yang telah diperbaiki membuat suasana belajar menjadi lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. “Sekarang lebih nyaman!” ujar Ghazy.
Selain revitalisasi, SD Negeri Cirimekar 02 juga menerima program Digitalisasi Pembelajaran berupa Interactive Flat Panel (IFP). Menko PMK melihat langsung bagaimana perangkat tersebut digunakan dalam pembelajaran. Para murid tampak mengikuti kegiatan dengan antusias, menyimak materi yang ditampilkan melalui layar, dan berinteraksi selama proses pembelajaran.
Guru kelas V, Satya Dewanta, mengatakan IFP telah dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran selama sekitar satu tahun. Mata pelajaran IPAS menjadi salah satu yang paling sering memanfaatkan perangkat tersebut, antara lain untuk memvisualisasikan bagian tubuh, bunyi, cahaya, dan berbagai materi lainnya.
Menurut Satya, penggunaan IFP membuat pembelajaran terasa lebih dekat dengan keseharian anak-anak yang sudah terbiasa berinteraksi dengan perangkat digital. “Mereka lebih berani mengungkapkan pendapat. Mereka lebih terpantik lagi motivasinya untuk belajar dengan adanya IFP ini,” ungkapnya./
















![Polisi antihuru-hara berhadapan dengan siswa SMA saat unjuk rasa di Paris [Yves Herman/Reuters]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/10/Pelajar-prancis-680x533.jpg)
























