www.bisnistoday.co.id
Jumat , 9 Oktober 2026
Home OPINI Gagasan Integrasi Transportasi Jakarta: Satu Aplikasi, Bukan Banyak Aplikasi
Gagasan

Integrasi Transportasi Jakarta: Satu Aplikasi, Bukan Banyak Aplikasi

Layanan Transportasi
Transportasi publik di Jabodetabek
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Integrasi transportasi publik Jakarta memasuki babak penting menjelang 2027. Namun, di tengah ambisi membangun sistem mobilitas modern, muncul pertanyaan mendasar: benarkah transportasi Jakarta sudah terintegrasi jika masyarakat masih harus menggunakan berbagai aplikasi untuk mengakses layanan yang berbeda?

Pertanyaan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Integrasi Transportasi Tahun 2027: Wacana atau Nyata?” yang diselenggarakan Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) pada 7 Oktober 2026 di Jakarta.

Jakarta sebenarnya telah memiliki fondasi regulasi, infrastruktur, dan sistem integrasi melalui JakLingko. Penerapan tarif terintegrasi TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta sejak Agustus 2022 menjadi langkah penting. Namun, ketika masing-masing operator justru mengembangkan aplikasi pembayaran sendiri, semangat integrasi patut dipertanyakan.

Integrasi Bukan Sekadar Tarif

Bagi masyarakat, integrasi bukan urusan teknis antarlembaga atau sekadar potongan tarif. Integrasi harus menghadirkan pengalaman perjalanan yang sederhana, mulai dari rumah hingga tujuan, termasuk ketika berpindah moda.

Karena itu, ukuran keberhasilan tidak semestinya hanya dilihat dari tersedianya tarif terintegrasi. Aspek fisik, jaringan dan jadwal, pembayaran, informasi perjalanan, pertukaran data, serta koordinasi kelembagaan harus berjalan dalam satu ekosistem.

JakLingKo seharusnya menjadi pintu utama yang menghubungkan layanan tersebut. Konsepnya sederhana: one gateway, many modes. Operator boleh berbeda, tetapi pengguna tidak seharusnya direpotkan dengan banyak aplikasi, akun, dan mekanisme pembayaran.

Dalam FGD tersebut, disampaikan bahwa TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta secara keseluruhan melayani sekitar 1,6 juta perjalanan per hari. Namun, baru sekitar 28 persen perjalanan ketiga operator tersebut tercatat dalam sistem integrasi. Angka ini menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Jangan Membebani Pengguna

Pemerintah tidak perlu memulai dari nol. Prioritas 2027 semestinya memperluas konektivitas perjalanan, mengintegrasikan layanan BRT dan non-BRT TransJakarta, serta menghubungkan layanan KRL dan LRT Jabodebek dalam ekosistem yang lebih terpadu.

Integrasi juga harus disertai perlindungan data pribadi. Semakin banyak sistem yang digunakan, semakin penting jaminan keamanan informasi pengguna sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Pada akhirnya, masyarakat tidak bepergian untuk menggunakan moda tertentu. Mereka ingin mencapai tujuan dengan mudah, cepat, aman, dan terjangkau.

Tahun 2027 harus menjadi momentum pembuktian. Jakarta tidak cukup memiliki banyak moda transportasi modern. Jakarta membutuhkan satu sistem yang menyatukan semuanya. Sebab, integrasi sejati bukan ketika banyak aplikasi saling berdampingan, melainkan ketika satu aplikasi mampu memudahkan seluruh perjalanan masyarakat.

Jakarta, 9 Oktober 2026

Oleh : Peneliti Senior INSTRAN(Inisiatif Strategis Transportasi), Deddy Herlambang

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

SUMUR MIGAS
Gagasan

Hulu Migas Nasional di Persimpangan: Produksi Bertahan, Investasi dan Perizinan Jadi Ujian

JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Ditengah meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah yang berpotensi mengguncang harga...

SIDANG MK
Gagasan

Bola Panas MK kepada MPR: Perlukah Gibran Mengundurkan Diri?

JAKARTA,Bisnistoday.co.id- Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran...

Latihan Mengemudi
Gagasan

Jangan Asal “Bisa Nyetir”, Saatnya Sekolah Mengemudi Jadi Syarat Wajib Pembuatan SIM

JAKARTA, Bisnistoday.co.id- Keselamatan di jalan raya sangat ditentukan oleh kesadaran, keterampilan, dan...

Presiden Prabowo
Gagasan

Kodam Baru dan Risiko Inflasi Jenderal

JAKARTA, Bisnistoday.co.id-Pembentukan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru pada momentum HUT ke-81...