JAKARTA, Bisnistoday.co.id – Bertepatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Ketua Kuda Biru Project (KBP) Merry Riana meresmikan PELITA (Penerangan Lingkungan Tenaga Surya) di Lapangan Voli Petukangan Utara, Jakarta Selatan.
Sebanyak 25 titik penerangan telah dibangun guna mendukung aktivitas masyarakat dan menghadirkan lingkungan yang lebih terang serta nyaman. “Seperti filosofi Sumpah Pemuda tahun ini, ‘Besi yang Bercahaya’, Kuda Biru Project ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memaknai semangat patriotisme dan empati melalui aksi nyata. Karena dengan kepedulian dan semangat berbagi, kita bisa menghadirkan cahaya dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Merry Rianam dalam keterangan resminya.
Selain Menko AHY dan Merry Riana, hadir pula Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, anggota DPR, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Demokrat, Ketua DPD DPC Jakarta dan Ketua RW 06 Petukangan Utara Marseno.
Berawal dari enam titik penerangan yang tersebar di lima wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu, atas arahan Menko AHY, program PELITA berkembang menjadi 25 titik atas arahan Menko AHY. Jangkauannya kini meluas hingga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. 25 titik PELITA tersebut juga memiliki makna simbolis yang selaras dengan peringatan 25 tahun Partai Demokrat.
“25 titik PELITA ini kami maknai seperti 25 lilin ulang tahun yang menyala. Simbol semangat untuk terus menghadirkan cahaya dan manfaat bagi masyarakat. Daripada mencaci kegelapan, lebih baik bersinarlah, jadilah terang untuk Indonesia,” ujar Merry Riana usai acara.
Kuda Biru Project
PELITA merupakan salah satu wujud kepedulian Kuda Biru Project, gerakan kemanusiaan yang diinisiasi oleh Menko AHY. Melalui program ini, Kuda Biru Project berupaya menghadirkan penerangan di berbagai titik yang membutuhkan, tak hanya di tempat ibadah dan lingkungan sekolah, tetapi juga di fasilitas umum yang menjadi ruang aktivitas masyarakat, seperti lapangan olahraga dan ruang publik lainnya.
”Mudah-mudahan PELITA bisa meluas dan semakin menerangi gang-gang sempit yang selama ini gelap, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat kita,” ujar Menko AHY.
Selain di Lapangan Voli Petukangan Utara, peresmian PELITA juga dilaksanakan di tiga titik lainnya, yakni Lapangan Badminton Jalan Kalimurni di Bogor oleh Staf Khusus Kemenko Infrastruktur Jovan Latuconsina, Masjid Hidayatullah di Bekasi oleh Direktur Eksekutif DPP
Partai Demokrat Sigit Raditya, dan Masjid Jami Al-Hidayah di Tangerang Selatan oleh Ketua DPD Demokrat Banten, Iti Jayabaya.
Hujan yang turun di Lapangan Voli Petukangan Utara tidak menyurutkan semangat Menko AHY untuk hadir dan berinteraksi dengan masyarakat. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Menko AHY bahkan ikut duduk lesehan bersama warga, berbincang santai sambil menikmati hidangan dari pelaku UMKM setempat.
Salah satu warga RW 06, Yeti mengatakan, hadirnya PELITA di Lapangan Voli Petukangan Utara memiliki arti yang istimewa karena warga sudah sangat lama menantikan penerangan yang memadai di lapangan tersebut. “Kami 50 tahun mencari penerangan di lapangan ini,
baru bisa terlaksana. Dulu pernah dipasang, tapi mati lagi. Sekarang anak-anak bisa main di sini dan kami sebagai orang tua jadi merasa aman,” ujar Yeti.
Mendengar langsung tanggapan warga mengenai manfaat PELITA, Menko AHY mengaku terharu sekaligus semakin bersemangat untuk mendorong hadirnya PELITA di lebih banyak wilayah. “Setiap penerangan semoga bisa membawa rasa nyaman, aman, dan semakin produktif. Mudah-mudahan bisa dirawat dengan baik,” ujar Menko AHY.
Dua bulan sejak pemasangan pertama, PELITA mendapat sambutan positif dari masyarakat. “Ini yang sangat menikmati adalah anak-anak, kegiatannya banyak bahkan sampai malam ada kegiatan olahraga. Dengan adanya penerangan ini, lingkungan menjadi lebih terang dan aktivitas warga dapat berjalan dengan lebih nyaman,” ujar Marseno, perwakilan warga RW 06.
Rafael, salah seorang anak yang hobi bermain bola membenarkan hal itu. “Sebelum ada PELITA, lapangannya gelap. Bolanya bahkan sampai nggak kelihatan, sekarang sudah enggak lagi,” ujar anak usia 12 tahun itu dihadapan Menko AHY. Menanggapi cerita Rafael, Menko AHY turut berbahagia dan bahkan memberikan bola untuk bisa digunakan warga setempat.
Dalam acara tersebut, Kuda Biru Project juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, mi instan, dan gula pasir kepada 100 warga setempat. Sejalan dengan pesan Merry Riana, “Daripada mencaci kegelapan, lebih baik bersinarlah, jadilah terang untuk Indonesia.”
PELITA menjadi wujud nyata semangat Hadir, Peduli, dan Berbagi. Dari satu titik ke titik lainnya, cahaya ini diharapkan terus menjangkau lebih banyak lingkungan, menghadirkan rasa aman dan nyaman, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan.//







































